4 Dampak Buruk "Gengsian" dalam Sebuah Pertemanan

Written by Regina Gistansya

Ketika berhadapan dengan sesuatu atau seseorang, manusia cenderung menunjukkan tanggapan yang alamiah. Hal ini dikarenakan ada beberapa sifat yang melekat dalam diri manusia. Meskipun begitu, ada juga beberapa sifat yang kemudian muncul disebabkan oleh pengaruh kondisi lingkungan dan gaya hidup. Salah satunya ialah gengsi.

Kata gengsi dalam KBBI memiliki makna sebagai kehormatan, harga diri, dan pengaruh. Gengsi dapat diartikan sebagai tindakan untuk menjaga harga diri, kehormatan, dan pengaruh dalam diri.

Mungkin kamu pernah mendengar orang-orang menyeletuk “jangan gengsian jadi orang”. Ucapan tersebut merupakan imbauan agar kamu tidak memelihara sifat gengsi. Gengsi sendiri cenderung menyiratkan sifat buruk dan dapat merugikan diri sendiri.  

Dilansir dari smart-money.co, menurut para psikolog gengsi pada seseorang umumnya timbul akibat rasa tidak percaya diri dan rasa malu untuk mengakui kelemahan diri sendiri.

Dalam sebuah perteman gengsi dapat berdampak buruk yang hanya merugikan dirimu sendiri. Berikut empat dampak buruk yang disebabkan karena memelihara sifat gengsi dalam pertemanan

Gengsi dapat membuatmu kehilangan teman

Bertengkar dan berselisih paham dalam pertemanan merupakan hal wajar. Semuanya akan kembali membaik ketika kamu atau temanmu meminta maaf. Namun, adakalanya kita merasa gengsi untuk meminta maaf ketika tidak sengaja berbuat salah atau menyakiti teman.

Mungkin saja temanmu sedang menunggu kata maaf dari kamu, dan ingin berteman lagi denganmu. Namun karena sifat gengsimu, kamu tidak berani mengucapkan maaf hingga akhirnya menyebabkan keadaan semakin memburuk.

Mempertahankan sifat gengsi demi menjaga harga diri memang manusiawi, akan tetapi jika kamu terus mempertahankan gengsi tersebut, bisa jadi kamu akan kehilangan seorang teman.

Jadi, sebaiknya ketika kamu bersalah segera minta maaf ya. Sefatal apapun kesalahan yang kamu perbuat, jika kamu benar-benar menunjukkan penyesalan dan mencoba menjelaskan, temanmu pasti akan mengerti dan memaafkanmu.

Gengsi mempersulit hidupmu

Seperti yang sudah disebutkan tadi, gengsi dapat ditimbulkan karena gaya hidup. Ketika kamu berada dalam lingkaran pertemanan yang rata-rata memiliki gaya hidup hedonisme dan berasal dari orang – orang mampu seperti  memiliki gadget terbaru, memiliki kendaraan mewah, sering membeli barang – barang branded dan lainnya, maka kamu akan cenderung mengikuti gaya hidup mereka.

Pernahkah kamu menghemat uang makanmu demi membeli sepatu yang sama atau dari merek yang sama dengan temanmu?

Meskipun pada kenyataanya kamu tidak mampu mengikuti gaya hidup mereka, akan tetapi kamu akan cenderung melakukan segala cara demi mengimbangi gaya hidup temanmu tesebut.  Kondisi tersebut dilakukan hanya karena demi menjaga harga diri.

Kalau kamu merasakan hal seperti itu maka sudahi saja, ya! Kamu tidak perlu memaksakan diri mengikuti gaya hidup temanmu. Teman yang baik akan menerima kamu apa adanya. Terus mempertahankan sifat gengsi tersebut hanya akan mempersulit kehidupanmu.

Gengsi membuat pikiranmu tidak tenang

Ketika kamu bersalah dan enggan untuk meminta maaf pada seorang teman karena merasa gengsi, kamu tidak hanya berisiko kehilangan seorang teman tetapi juga akan diliputi rasa cemas

Hal ini dikarenakan kamu tahu kamu bersalah akan tetapi kamu tidak mampu untuk meminta maaf dan menyelesaikannya. Pikiranmu akan terus dilanda kekhawatiran yang membuat pikiranmu tidak tenang.

Tidak hanya pada saat itu, ketika memaksakan diri mengikuti gaya hidup hedonisme kelompok pertemananmu, kamu juga akan merasa tidak tenang.

Kamu akan sibuk memikirkan cara agar kamu dapat melakukan hal seperti yang temanmu lakukan. Nah lambat laut, sifat gengsi yang kamu pertahankan tersebut akan membuat kamu rentan terkena stres.

Gengsi membuatmu jadi individualis

Pada umumnya, hubungan pertemanan yang dibangun terdiri dari berbagai macam orang dengan karakter yang berbeda-beda.  Tidak dapat dipungkiri mungkin kamu memiliki karakter yang bertolak belakang dengan temanmu.

Hal baik bila kamu dapat menerima perbedaan tersebut dan saling memahami. Akan tetapi, ketika kamu memiliki gengsi yang tinggi, kamu tidak akan bisa menerima pendapat orang lain dan lebih mementingkan dirimu sendiri.

Fenomena gengsian ini juga dapat terjadi ketika kamu memerlukan bantuan tetapi menahan diri untuk meminta pertolongan pada orang-orang karena kamu takut dianggap lemah.

Hal ini dapat membuatmu menjadi seorang individualis. Individualisme sendiri ditandai dengan sikap yang digambarkan sering menolak orang lain dan mengutamakan kepentingan pribadi.

Tak jarang, sikap individualis yang juga akan membuatmu berpikir bahwa temanmu terlalu mencampuri urusan hidupmu. Kondisi tersebut hanya akan membuat temanmu tidak ingin meresponsmu dan kemungkinan terburuknya mereka akan menjauh darimu.

Nah itulah berapa dampak buruk dari sifat gengsi dalam sebuah pertemanan. Seperti yang telah dijelaskan, kalau gengsi dibiarkan begitu saja, semakin parah tidak hanya memengaruhi hubungan sosialmu tetapi juga kesehatan mentalmu. Sebaiknya kamu hindari sifat tersebut ya!