Produktivitas

5 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Dalam Menulis CV

Written by Adrianus Sukanto

Curriculum Vitae (CV) merupakan salah satu dokumen penting yang harus benar-benar dipersiapkan ketika melamar pekerjaan. Secara umum, CV merupakan media yang berguna untuk menginformasikan dirimu kepada perekrut atau Human Resorces Development (HRD) perusahaan.

Adapun isi dari CV antara lain identitas diri, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan pencapaian baik prestasi akademis maupun nonakademis. Namun, perlu diketahui bahwa CV dan resume merupakan dua hal yang berbeda.

CV sendiri berisikan informasi atau penjelasan riwayat hidup secara kronologis. Sedangkan, resume cenderung “mempromosikan” dirimu sesuai dengan pekerjaan yang akan dilamar. Selain itu, CV biasanya dapat dimuat dalam 2 halaman atau lebih. Sebaliknya, resume pada umumnya disusun tidak lebih dari 2 halaman.

Di sisi lain, tidak sedikit pelamar yang masih bingung bagaimana cara menyusun CV yang baik. Hal tersebut sering dialami oleh fresh graduate sehingga isi dari CV tersebut tidak terlalu dijadikan pertimbangan oleh HRD dalam menyeleksi mereka yang melamar kerja.

Kesalahan yang dianggap sepele ini dapat berakibat fatal bagi pelamar. Kadangkala, pelamar masih berharap dan menunggu panggilan wawancara namun tidak menyadari bahwa CV-  nya tidak memenuhi kriteria. Maka dari itu, beberapa hal ini perlu kamu perhatikan dalam menyusun CV.

Adanya typo

Bagi sebagian besar pelamar, adanya kesalahan penulisan (typo) mungkin bukanlah sebuah masalah besar. Namun bagi perekrut atau HRD perusahaan, adanya typo dalam penulisan CV merupakan sebuah masalah besar.

Bagi perekrut, CV yang disusun merupakan representasi mengenai diri si pelamar. Adanya typo dalam penulisan CV menandakan bahwa pelamar tersebut adalah orang yang ceroboh atau kurang teliti. Nah, oleh sebab itu mulai sekarang periksa kembali dan perhatikan baik-baik ya penulisan CV-mu!

Informasi yang bertele-tele

Pelamar seringkali menuliskan informasi yang panjang dalam CV. Bahkan, tidak sedikit pelamar yang menuliskan impiannya di dalam CV. Padahal hal tersebut tidak akan menarik perhatian bagi perekrut atau HRD perusuhaan.

Alih-alih menulis impian, lebih baik kamu menuliskan kelebihan yang kamu miliki, seperti pengalaman dan keahlian. Kedua hal ini tentu akan lebih menarik bagi perekrut. Selain itu, usahakan agar kelebihan yang kamu cantumkan relevan dengan pekerjaan yang akan kamu lamar di perusahaan tujuanmu.

Foto informal

Kesalahan sepele yang satu ini seringkali ditemukan bagi pelamar pemula. Menyisipkan foto dalam CV merupakan salah satu aspek yang perlu kamu perhatikan.

Ketika kamu ingin mencantumkan foto, sebaiknya foto tersebut bersifat formal mulai dari pakaian dan gaya berfoto. Jika kamu memberikan foto yang bersifat informal, maka jangan heran jika perusahaan menolakmu walaupun kamu memiliki kelebihan dan pengalaman yang mengesankan.

Penggunaan Bahasa

Dalam menyusun CV, ada baiknya kamu memerhatikan struktur bahasa yang kamu gunakan. Sebaiknya, jangan gunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris secara bersamaan.

Penggunaan bahasa secara campur sendiri merupakan kekeliruan yang paling sering terjadi. Sama halnya dengan kesalahaan ejaan (typo), perekrut akan memandang dirimu sebagai orang yang tidak konsisten.

Jika kamu ingin menggunakan bahasa Indonesia, sebaiknya gunakan bahasa Indonesia secara keseluruhan. Sebaliknya, jika kamu ingin menggunakan bahasa Inggris, maka gunakan bahasa Inggris secara keseluruhan.

Perlu diingat pula bahwa kamu harus memastikan tata bahasa yang kamu gunakan baik dan efektif. Tentunya, salah satu yang perlu kamu perhatikan dalam penggunaan bahasa Inggris adalah grammar. Menggunakan bahasa Inggris dengan grammar yang kurang baik akan menutup kemungkinan perekrut menerimamu sebagai pekerja.

Format CV

Format CV yang digunakan juga harus kamu pertimbangkan sebelum mengirimkannya kepada perusahaan yang kamu tuju. Perlu diketahui bahwa CV yang kreatif tidak selalu menjamin kamu akan diterima oleh perekrut atau HRD perusahaan.

Kamu perlu mempertimbangkan jenis perusahaan yang kamu tuju dengan format CV yang kamu gunakan. Jika kamu mengajukan lamaran kepada perusahaan yang berbasis industri kreatif, tentu CV kreatif tidak akan menjadi masalah.

Di sisi lain, jika perusahaan yang kamu tuju adalah perusahaan yang tergolong perusahaan pemerintah seperti BUMN, alangkah baiknya jika kamu menggunakan format CV yang formal.

Selain itu, hindari penggunaan font Times New Roman. Sebaiknya, gunakan font yang cenderung tidak kaku namun tetap mudah dibaca oleh perekrut atau HRD perusahaan.

Beberapa kesalahan di atas kerap terjadi ketika menulis CV. Menyusun CV memang tidak semudah yang dibayangkan. Namun, ketika kamu sudah memahami cara menulis CV yang baik, akan sangat memungkinkan bagimu mengurangi kesalahan dan meningkatkan peluang diterima di perusahaan. Jangan lupa untuk selalu memeriksa kembali CV yang telah kamu susun ya, agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan olehmu!

Referensi

6 Kesalahan Saat Menyusun CV. (2010, Agustus 10). Retrieved from kompas.com:  https://lifestyle.kompas.com/read/2010/08/10/14552979/6.kesalahan.saat.menyusun.cv

Ami, E. (2019, Oktober 13). 6 Kesalahan Saat Menulis CV   Ini Bikin Kamu Tak Kunjung Dapat Panggilan. Retrieved from idntimes.com:   https://www.idntimes.com/life/career/eka-amira/kesalahan-saat-menulis-cv-ini-bikin-kamu-tak-kunjung-dapat-panggilan-c1c2/6

Napitupulu, S. (2017, November 18). 10 Kesalahan Membuat   CV yang Sering Ditemukan Perekrut. Retrieved from glints.com:   https://glints.com/id/lowongan/kesalahan-membuat-cv/#.XuxSymgzbIU

Novita, M. (2019, Juli 29). Untuk Fresh Graduate,   Hindari 7 Kesalahan Menulis CV Ini. Retrieved from tempo.co:   https://gaya.tempo.co/read/1229644/untuk-fresh-graduate-hindari-7-kesalahan-menulis-cv-ini

5 Alasan Pentingnya Membiasakan Baca Buku

  ·   3 min read