Lifestyle, Social Media

5 Tips Mengendalikan Diri Dari Kecanduan Media Sosial

Written by Kriscahyani

Berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk membuka media sosial lalu asyik tenggelam di dalamnya? Bermenit-menit? Atau berjam-jam? Tanpa kamu sadari, bisa jadi jawabannya mengejutkan.

Hidup di era digital, membuat kita akrab dengan yang namanya media sosial. Media sosial memungkinkan kita untuk saling berinteraksi dengan orang lain tanpa terhalang ruang dan waktu.

Kepraktisan yang ditawarkan dengan dapat diakses melalui layar handphone, kadang membuat kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk media sosial, entah itu meng-update status, membagikan foto, atau sekadar melihat aktivitas orang lain.

Ya, media sosial, memainkan peran penting dalam hidup kita. Namun, bagaimana jika media sosial membuat kita kecanduan?

Kecanduan menurut KBBI didefinisikan sebagai kejangkitan suatu kegemaran hingga lupa hal-hal yang lain. Lebih lanjut, addictioncenter.com menyebutkan bahwa kecanduan media sosial ditandai dengan perilaku yang terlalu peduli terhadap media sosial, adanya dorongan yang tidak terkendali untuk menggunakan media sosial, dan mencurahkan begitu banyak waktu untuk media sosial yang dapat mengarah pada efek negatif bagi kehidupan.

Berdasarkan perspektif kesehatan mental, keseringan mengakses konten-konten tertentu di media sosial dapat membuat kita kurang percaya diri, gelisah bahkan depresi.

Tidak hanya itu, kecanduan media sosial dapat membuat kita mengabaikan lingkungan sosial di sekitar kita. Miris bukan? Nah, berikut beberapa tips yang dapat membantumu untuk mengendalikan diri dari kecanduan media sosial!

Matikan notifikasi

Langkah yang pertama ialah mematikan push notification di handphone-mu. Ketika ada notifikasi masuk kita sering kali terpicu untuk mengeceknya sesegera mungkin tanpa kenal waktu dan tempat.

Nah mulai sekarang, cobalah untuk mematikan notifikasi handphone-mu. Ada baiknya kamu juga mengaktifkan mode silent di handphone-mu agar tidak terganggu nantinya, kamu bisa mengeceknya di saat luang.

Tetapkan jadwal “bermedia sosial”

Jangan biarkan mengisi waktu dengan media sosial menjadi urutan pertama atau kedua di aktivitas harianmu. Mulailah menetapkan jadwal kapan kamu bisa mengakses media sosial. Batasi juga durasinya, jangan sampai membuat kamu lupa dengan hal yang lain ya!

Habiskan waktu dengan orang terdekat

Daripada sibuk men-scrolling timeline twitter atau instagram tanpa mendapat insight apa-apa, tentu lebih baik menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekatmu bukan?

Nikmatilah momen-momen kebersamaanmu dengan mereka tanpa diganggu oleh media sosial. Bagaimanapun, bertatap muka akan lebih bermakna daripada menatap layar.

Beralih pada kegiatan yang kamu sukai

Cara lainnya untuk mengurangi konsumsi media sosial ialah dengan beralih melakukan hal-hal yang kamu senangi. Kamu dapat menekuni hobimu atau mencoba hal-hal baru yang menarik menurutmu, misalnya.

Bayangkan dan jadikan media sosial sebagai bonus yang kamu dapatkan ketika kamu sudah selesai mengerjakan pekerjaan atau kegiatan tersebut.

Un-install

Kedengarannya memang berat, tapi cobalah untuk bertahan setidaknya seminggu dulu. Dengan begitu, secara perlahan kamu mencoba menghilangkan kebiasaan bergantung pada kehadiran media sosial.

Kamu tentu bisa meng-installnya kembali kapanpun, namun tantanglah dirimu untuk tidak tergoda secepat itu dan tidak menggunakannya secara berlebihan lagi.

Tidak ada salahnya untuk menggunakan media sosial, media sosial tetap memiliki pengaruh yang positif. Media sosial dapat meningkatkan produktivitas jika kita memanfaatkannya dengan baik dan bijak.

Tapi jangan sampai berlebihan hingga membuatmu melupakan hal-hal penting lain. Kurangilah berkutat melulu dengan dunia maya, sebaliknya nikmatilah duniamu yang sebenarnya!

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read