Produktivitas

8 Strategi Cerdas Mengatasi Kegagalan

Written by Faqihah Muharroroh Itsnaini
“Winners are not afraid of losing. But losers are. Failure is part of the process of success. People who avoid failure also avoid success.” - Robert T. Kiyosaki

Pernahkah kamu mengalami kegagalan?

Kegagalan adalah ketika seseorang tidak berhasil mencapai sesuatu yang ia inginkan, targetkan, atau cita-citakan. Tentu tidak ada seorangpun yang ingin mengalami kegagalan. Namun, suka tidak suka, ada kalanya seseorang mengalami kegagalan.

Entah dalam hal karir, hubungan, akademik, dan lainnya, kegagalan bisa terjadi. Kamu merasa sudah bekerja sangat keras sampai mengorbankan banyak hal, namun hasil yang didapat rasanya tidak sebanding. Tentu seseorang pernah merasakan hal itu setidaknya sekali dalam hidup.

Saat kamu mengalaminya, tentu berbagai perasaan negatif akan muncul tak henti-henti. Frustasi, kecewa, malu, tidak percaya diri, menyalahkan diri, sampai tidak tahu apa yang harus kamu lakukan.

Tidak apa, itu hal yang wajar. Bukan hanya kamu yang mengalaminya, kok.

Kamu harus belajar menerima bahwa kenyataan tidak selalu mudah. Usaha keras yang kamu lakukan bukan berarti tak berhasil, hanya belum terjadi saja. Jangan mudah berputus asa karena orang-orang yang sukses adalah mereka yang lahir dari kegagalan berulang kali.

Hal yang membedakan orang-orang yang sudah sukses dengan yang belum sukses adalah bagaimana cara mereka menyikapi kegagalan.

Ada yang menyalahi keadaan lalu menghabiskan waktu dengan berkeluh-kesah dan tidak melakukan apa-apa. Ada juga yang bangkit dan menjadikan kegagalan sebagai bahan pembelajaran, lalu mengevaluasi diri agar tidak jatuh pada lubang yang sama.

Lalu, bagaimana cara yang tepat dalam menghadapi dan berdamai dengan kegagalan? Yuk simak tips berikut ini!

Luapkan Perasaan dan Istirahat Sejenak

Photo by Christian Erfurt on Unsplash

Meluapkan perasaan sedih, marah, atau kecewa merupakan hal yang sangat wajar bila menghadapi kegagalan. Kamu berhak menangis, berteriak, atau melakukan hal apapun yang dapat membuatmu lebih lega. Namun, jangan sampai membahayakan diri sendiri atau orang lain ya.

Sadari juga bahwa kamu telah mengusahakan yang terbaik sebelumnya. Tidak ada salahnya berhenti sejenak, mendinginkan kepala, kemudian istirahat. Tenangkan diri dan lakukan hiburan, baru tanyakan kembali pada dirimu, apa langkah selanjutnya?

Berpikir Positif

Ya, memang sulit rasanya untuk tetap berpikir positif saat sedang kecewa. Namun, cara ini merupakan langkah tepat untuk menghindarimu menyalahkan diri terus-menerus.

Bukan menolak kenyataan, namun menerima bahwa mungkin bukan inilah yang tepat, mungkin memang belum jalannya kamu ditakdirkan mendapat sesuatu. Berpikir positif dapat mengubah pola pikirmu tentang kegagalan.

Bercerita Pada Tuhan

Photo by Ben White on Unsplash

Dengan menceritakan keluh kesahmu pada Tuhan, ini bisa menjadi kekuatan spiritual tersendiri. Ketahui bahwa seberapa keras kamu berusaha, jika memang belum ditakdirkan, mungkin kamu belum bisa mendapatkannya. Berserah diri pada Tuhan, katakan keinginanmu. Mintalah agar diberi petunjuk dan kemudahan.

Seringkali, jalan seseorang akan dimudahkan saat ia mendekatkan diri pada Tuhan. Selain itu, kamu jadi memiliki semangat baru untuk menghadapi tantangan selanjutnya.

Mensyukuri Keadaan

Photo by Freshh Connection on Unsplash

Meski gagal, bukan berarti kamu telah kehilangan segala-galanya di dunia. Coba lihat sekitarmu, pasti banyak hal-hal yang tidak kamu sadari yang merupakan anugerah.

Saat kamu bisa mensyukuri hal sekecil apapun dalam hidup, kamu akan lebih mudah menerima sesuatu. Jadikan rasa syukur sebagai pemicu untuk melakukan hal yang lebih baik ke depan.

Ingat Keberhasilan Sebelumnya

Photo by Brad Barmore on Unsplash

Saat mengalami kegagalan, salah satu emosi yang mungkin muncul adalah rasa tidak percaya diri. Merasa bodoh dan tidak mampu melakukan sesuatu. Bahkan merasa kamu tidak sebaik orang-orang lain.

Cara yang tepat untuk mengembalikan harga dirimu adalah dengan mengingat keberhasilan yang pernah kamu capai sebelumnya. Ingatlah masa-masa bahagia yang pernah kamu alami, bersama teman-teman, keluarga, atau pasangan.

Yakini bahwa kamu juga bisa merasakan kembali kebahagiaan dan keberhasilan itu.

Anggap Kegagalan Sebagai Langkah Awal Keberhasilan

Photo by Austin Schmid on Unsplash

Sudah tahu, kan? Orang-orang sukses bukan tidak mengalami kegagalan. Bahkan, sebagian besar orang sukses mengalami penolakan hingga berpuluh sampai ratusan kali.

Mereka menjadi orang berhasil karena setelah gagal, mereka menganggapnya sebagai suatu dorongan, kemudian segera bangkit.

Miliki prinsip bahwa kegagalan bukanlah peristiwa yang memalukan. Tunjukkan pada orang lain bahwa kegagalan ini merupakan pemacu semangatmu agar berhasil di lain waktu. Percayalah jika setiap masalah dan tantangan memiliki solusi.

Bila saat ini masih gagal, pasti selanjutnya bisa berhasil, asalkan mau terus memperbaiki diri.

Bangkit dan Terus Mencoba

Photo by National Cancer Institute on Unsplash

Meski tak mudah, kamu harus tetap berjuang. Mungkin kamu baru gagal sekali atau dua kali, sementara banyak orang di luar sana yang sudah gagal puluhan kali, namun masih terus mencoba. Pantang menyerah merupakan proses untuk mencapai keberhasilan.

Ingatlah bahwa kamu selalu memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu. Kamu harus terus menjalani hidup dengan sebaik mungkin. Karena, perjalananmu tidak hanya sampai di sini saja. Masih banyak kenyataan dalam hidup yang harus kamu hadapi. Nikmati juga setiap prosesnya, ya.

Pelajari Kesalahan dan Evaluasi Diri

Photo by Alvaro Reyes on Unsplash

Setelah berhasil mengatasi emosi dalam dirimu, yang harus kamu lakukan adalah untuk mengevaluasi diri. Jika sebelumnya kamu melakukan sesuatu dengan satu cara namun tidak berhasil, cobalah cara yang lain.

Jika masih gagal juga, terapkan alternatif lainnya. Yakini bahwa ada banyak sekali kesempatan dan cara untuk mencapai keberhasilan.

Pelajari hal-hal yang mungkin membuatmu gagal sebelumnya. Mungkin, ada beberapa kesalahan kecil yang tidak kamu sadari. Namun kamu tidak perlu menyalahkan yang sudah lewat.

Tugasmu sekarang adalah untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan itu. Perbaiki dirimu agar lebih siap menghadapi tantangan selanjutnya.

Nah, bagaimana?

Tidak mudah pada awalnya untuk bangkit dari kegagalan. Namun, usahakan agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan terus menyalahkan diri sendiri. Mulai bangkit dan katakan pada dirimu, bahwa kamu pasti bisa.

Cari juga motivasi diri untuk meraih keberhasilan. Selalu ingat bahwa setiap orang memiliki harapan untuk sukses dan ada proses serta waktu untuk meraihnya.

The secret of life is to fall seven times and to get up eight times.” – Paulo Coelho