Lifestyle, Opini

Alasan dan Manfaat Kenapa Kamu Harus Berhenti Sibuk Sekarang!

Written by Arni Tsalitsa

Apa respons umum ketika seseorang bertanya bagaimana keadaan kamu karena mereka jarang sekali melihat atau mengetahui kabarmu? Apalagi hal ini biasa terjadi ketika kamu sudah berada di dunia kerja.

Pati kebanyakan orang akan menjawab "Saya baik-baik saja terima kasih, saat ini saya sangat sibuk".

Kalimat-kalimat seperti itu sangat sering keluar dari mulutmu begitu saja kan? Hampir seperti stok respons yang secara otomatis diucapkan tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

Bagi dirimu mungkin sibuk adalah lencana kehormatan, kamu memakainya dengan bangga.

Dalam lingkup kerja, kamu berpikir jika kamu tidak terlihat sibuk mengerjakan tugas, berarti kamu juga tidak terlihat memberikan nilai apapun. Kamu merasa tidak berharga, tidak sukses, dan tidak enak.

Jadi, untuk melawan perasaan itu kamu melakukan semua yang bisa untuk menyibukkan diri.

Tampaknya sekarang menjadi norma budaya yang beranggapan bahwa sibuk secara otomatis sama dengan produktivitas dan kesuksesan, jadi sibuk adalah sesuatu yang kita semua perjuangkan. Tapi apakah kita semua salah? Mari kita bahas!

Kenapa Harus Berhenti Sibuk?

Dunia kerja adalah tempat yang sibuk dan tanpa henti. Kadang-kadang itu bisa terasa seperti kesibukan yang melelahkan dan tidak pernah berakhir, sesuatu yang tidak selalu mudah untuk dilepaskan.

Photo by bruce mars on Unsplash

Tentu saja ada kalanya kita akan sibuk, tidak ada jalan keluar dari itu. Namun, kita tidak boleh tanpa henti berlari (bekerja) sepanjang waktu hanya demi terlihat sibuk.

Sebaliknya, kita perlu secara sadar keluar dari jalan kesibukan tersebut. Kita perlu memberi diri kita ruang dan waktu untuk berpikir, sehingga kita berada dalam posisi terbaik untuk menjadi benar-benar produktif, inovatif, dan merencanakan cara memberikan hasil.

Ya, tugas sehari-hari kamu masih perlu disampaikan, tetapi sekarang perlu melangkah mundur untuk meluangkan waktu dengan memikirkan 'bagaimana' tugas-tugas ini akan disampaikan dengan cara sebaik mungkin.

Berikut beberapa manfaat dari memecah kesibukan yang mungkin dapat kamu lakukan :

Kamu Akan Fokus pada Hal yang Paling Penting, dan Menjadi Lebih Baik dalam Memprioritaskan

Jika to-do list kamu tampaknya tidak pernah berakhir, dan kamu sibuk mencoba menangani 101 hal sekaligus, maka kemungkinannya adalah kamu tidak benar-benar berurusan dengan salah satu dari mereka dengan benar, atau kamu butuh waktu lebih lama dari yang seharusnya.

Photo by Cathryn Lavery on Unsplash

Bukan hanya itu, tetapi jika kamu menyibukkan diri dengan kesibukan bukan pada hal produktif, maka kamu mungkin benar-benar mencoba untuk menghindari pekerjaan pada proyek strategis yang telah berada di meja selama berminggu-minggu.

Proyek yang berpotensi menambah lebih banyak lagi manfaat bisnis dan menghasilkan pujian lebih banyak untuk kamu dalam jangka panjang.

Dengan mengukir waktu untuk berhenti dengan semua kesibukan, dan mengambil langkah mundur, kamu akan jauh lebih siap untuk fokus pada apa yang benar-benar penting dan prioritas.

Kamu Akan Menemukan Ide-ide yang Lebih Baik dan Lebih Teratur


Dunia kerja berubah begitu cepat sehingga hanya mempertahankan dan menyibukkan diri kamu dengan tugas-tugas yang selalu atau biasa kamu lakukan.

Tugas-tugas yang tanpa pertanyaan telah menjadi bagian dari rutinitas harianmu, bukan pilihan lagi.

Kreativitas dan ide-ide hebat adalah sesuatu yang benar-benar mendorong kesuksesan bisnis, jadi kamu perlu memastikan bahwa sebagai seorang pemimpin, kamu berada di posisi terbaik untuk menjadi kreatif dan menghasilkan ide-ide yang mengubah permainan.

Menjeda kesibukan sehari-hari, bahkan hanya untuk beberapa menit, dan melakukan sesuatu yang sangat berbeda bisa sangat kuat di sini.

Photo by James Pond on Unsplash

Jika kamu memikirkannya, pada saat itulah kamu merasakan ruang dan kejernihan yang nyata ketika terputus sementara dari hari ke hari, bahwa pikiran kamu bebas untuk memunculkan ide-ide terbaik.

Banyak momen 'bola lampu (ide)' yang datang ketika tidak berada di tempat kerja. Mereka datang saat kamu santai dan di luar puncak rutinitas biasa.

Kadang-kadang dengan melepaskan diri dari pekerjaan kamu secara proaktif dan membebaskan pikiran, kamu akan jauh lebih siap untuk berpikir dengan cara yang tidak linier dan karenanya menghasilkan ide-ide terbaik yang kamu bisa.

Itu adalah ide-ide yang merupakan indikator nyata kesuksesan di dunia kerja masa depan, bukan seberapa 'sibuk' kamu. Semakin cepat dirimu menyadari itu, maka semakin baikpula.

Kamu Akan Jauh Lebih Mampu Merencanakan dan Beradaptasi dengan Perubahan


Jika kamu cenderung beroperasi dalam batas zona kenyamanan, sibuk tanpa henti sepanjang waktu, maka kamu berisiko tidak pernah sepenuhnya membuka matauntuk semua perubahan yang ada di cakrawala.

Jika tidak bisa melihat atau meramalkan perubahan ini, bagaimana kamu dapat mempersiapkannya dan beradaptasi dengannya?

Photo by Alvaro Reyes on Unsplash

Penting untuk mengangkat kepala kamu di atas tembok pembatas dan membaca, mendengarkan, serta menonton semua perubahan yang terjadi di sekitar kita. Apakah kamu sudah melakukannya?

Jika ya, maka kamu akan jauh lebih mampu beradaptasi dengannya. Jika tidak,maka kamu akan menjadi buta terhadapnya. Mana pilihan yang lebih baik?

Jadi, dalam jangka panjangmenghabiskan waktu untuk mendidik diri sendiri dan membuka mata serta pikiran, jauh lebih berharga daripada mencentang sepuluh hal dari daftar tugas kamu setiap jam, dalam upaya untuk dilihat sebagai sibuk dan sukses.

Kamu Akan Belajar Keterampilan Baru yang Relevan Secara Lebih Teratur


Pikiran adalah otot, jadi jika ia terus-menerus sibuk beroperasi dalam zona nyamannya, tidak pernah benar-benar ditarik atau ditantang, itu tidak akan berkembang.

Lagi pula, bagaimana kamu bisa berharap pikirankamu tumbuh ketika hanya sibuk ditugaskan dengan hal yang samahari demi hari? Tindakan mengambil jeda untuk berpikir dan berefleksi dapat membantu kamu mengubah semua itu.

Photo by Lidya Nada on Unsplash

Jeda berkala akan membantu kamu mulai melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda dan membangun pola pikir yang berbeda.

Bukan hanya itu, tetapi dengan tidak pernah berhenti dan berefleksi, kamu akan jauh lebih tidak mampu menilai keterampilan kamu saat ini dan memprediksi keterampilan yang akan diperlukan untuk memastikan kesuksesan di masa depan.

Kamu Akan Merasa Lebih Bahagia dan Lebih Puas

Apabila kamu sadar meluangkan waktu untuk membiarkan pikiran menemukan ruang untuk berpikir lebih strategis dan melihat ke masa depan, hal ini akan sangat memuaskan dan memotivasi.

Tidak hanya akan membuatkamu merasa lebih terhubung secara proaktif dengan gambaran yang lebih besar atau tujuan organisasi yang lebih luas, tetapi kamu juga akan merasa lebih terlibat dalam pekerjaan, yang tentu saja hanya akan menjadi hal yang baik.

Tidak hanya itu, tetapi penelitian menunjukkan bahwa pola pikir positif dapat memungkinkan otak kamu untuk berpikir lebih kreatif, dan kreativitas adalah apa yang dunia kerja sangat butuhkan.

Pikiran adalah hal yang kuat, dengan mendekati pekerjaan melalui pola pikir pertumbuhan pada akhirnya akan membuat kamu lebih sukses. Membiarkan pikiranmu berhenti adalah bagian yang sangat penting dari proses ini.

Momen tangguh dan refleksi ini tidak hanya akan membuat kamu merasa lebih sehat secara mental, tetapi mereka juga akan membantu membingkai pemikiran kamu dengan cara yang benar.

Photo by Allef Vinicius on Unsplash

Memungkinkan kamu untuk mengatasi masalah dan tantangan secara proaktif, dengan pola pikir pertumbuhan, sambil membuat keputusan strategis yang tepat untuk urusanmu.

Ini mungkin terasa seperti topik yang sangat biasa, tetapi terkadang itu adalah hal-hal sederhana yang kamu perlu ingatkan sekarang, terutama selama perubahan atau masa-masa sulit seperti ini.

Menjadi sibuk hampir menjadi identitas semua pekerja/pebisnis. Kita pikir semakin sibuk kita, maka semakin mengesankan. Ini adalah kisah yang selalu diceritakan pada diri sendiri setiap hari. Sekarang saatnya kita mengubah semua itu.

Cobalah untuk 'tidak sibuk' terhadap diri kamu sendiri, sehingga kamu memiliki ruang dan waktu untuk merencanakan dan beradaptasi dengan semua perubahan ini di sekitar kita.

Sehingga kamu dapat belajar keterampilan baru dan datang dengan ide-ide terbaik yang kamu bisa. Tidak lagi 'sibuk' dipandang sebagai lencana kehormatan, sesuatu yang bisa dibanggakan atau bahkan dibanggakan.

Sebaliknya, sudah saatnya kamu terbiasa berhenti dan berhenti sesekali dari yang namanya sibuk. Setelah itu, buatlah waktu untuk berpikir di mana kita akan menemukan rute nyata menuju kesuksesan.

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read