Relationship

Apa Itu Ghosting dan Efek Negatifnya

Written by Shafira Annisa Putri

Belakangan ini kata ‘ghosting’ sedang menjadi buah bibir di berbagai media sosial. Ghosting sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut sebuah tindakan seseorang ketika memutuskan kontak dan komunikasi pada pasangan secara tiba-tiba.

Ghosting dapat menimbulkan banyak efek negatif bagi orang yang ditinggalkan. Terutama bagi mereka yang pada awalnya sudah mempunyai harga diri yang rapuh. Tindakan ini memang bukan merupakan hal yang baru-baru ini terjadi. Namun, baru sekarang masyarakat setuju pada sebuah istilah untuk menyebutnya.

Mengapa Orang Melakukan Ghosting

Photo by Everton Vila on Unsplash

Dilansir dari health.com, Vinita Mehta seorang psikolog klinis menjelaskan bahwa ada lima alasan utama mengapa orang melakukan tindakan ini.

Kelima alasan tersebut adalah kenyamanan, pernah mengalami interaksi yang bersifat negatif dengan orang yang ditinggalkan, kehilangan minat, status dari hubungan tersebut (seberapa dekat dengan orang yang ditinggalkan) dan keamanan diri.

Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa melakukan tindakan ghosting merupakan sebuah tanda ketidakdewasaan emosional seseorang. Orang yang meninggalkan tidak mau mengeluarkan usaha ataupun menghindari perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan dari pengakhiran sebuah hubungan.

Seseorang yang telah menjadi ‘korban’ dari tindakan ini pun masih mempunyai kemungkinan untuk melakukan tindakan yang sama kepada orang lain.

Mengapa Ghosting Terasa Sangat Menyakitkan Bagi Orang yang Ditinggalkan

Photo by Elizabeth Tsung on Unsplash

Lalu mengapa tindakan ini dapat terasa sangat menyakitkan bagi orang yang ditinggalkan?

Dilansir dari psychologytoday.com, ghosting tidak memberikan orang yang ditinggalkan isyarat jelas bagaimana untuk merespons tindakan tersebut dengan tepat. Hal ini menghasilkan situasi yang ambigu/tidak jelas.

Selain itu, akibat dari ghosting yang paling menyeramkan adalah tindakan ini tidak hanya menyebabkan orang yang ditinggalkan untuk mempertanyakan keaslian dari hubungan yang telah dijalani. Namun juga ghosting mendorong orang ditinggalkan untuk mempertanyakan harga diri sendiri.

Pertanyaan seperti ‘Mengapa aku tidak bisa memprediksi tindakan ini akan terjadi sebelumnya’ atau ‘Salah aku apa sehingga mereka meninggalkan aku?’.

Apa yang Dapat Dilakukan Bagi Orang yang Ditinggalkan

Photo by Austin Schmid on Unsplash

Menurut psikoterapis Diane Barth terdapat enam cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan oleh ghosting.

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah mengakui bahwa hal itu menyebabkan rasa sakit. Kedua, jangan bersikap terlalu keras pada diri sendiri. Semua emosi yang dirasakan adalah hal yang manusiawi.

Ketiga coba untuk bicarakan rasa itu kepada teman atau keluarga yang dapat dipercaya. Keempat pastikan untuk menjaga kesehatan pikiran dan tubuh dengan baik. Bisa dilakukan dengan olahraga atau bermeditasi.

Cara kelima adalah beri ruang untuk kemungkinan bahwa orang yang melakukan tindakan tersebut tidak mengetahui bahwa hal itu salah/tidak baik untuk dilakukan. Terakhir, cara yang paling penting dan mungkin paling sulit untuk dilakukan adalah coba untuk merelakannya.

Memberikan penjelasan untuk mengakhiri sebuah hubungan memang bukan suatu yang mudah untuk dilakukan. Namun dengan penjelasan berbagai efek negatif yang dapat ditimbulkan oleh ghosting, diharapkan tumbuh sebuah kesadaran bahwa mendapatkan sebuah penjelasan bersifat sangat penting dalam pengakhiran sebuah hubungan.

Referensi:

Barth, F. (2017, May 14). 6 Ways to Deal with the Pain of Being Ghosted. Retrieved August 24, 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-couch/201705/6-ways-deal-the-pain-being-ghosted

Locker, M. (2020). Have You Been Ghosted? Relationship Experts Break Down Why That Happens. Retrieved August 24, 2020, from https://www.health.com/relationships/why-would-someone-ghost

Vilhauer, J. (2015, November 27). Why Ghosting Hurts So Much. Retrieved August 24, 2020, from https://www.psychologytoday.com/intl/blog/living-forward/201511/why-ghosting-hurts-so-much


5 Tipe Karakter Unik Teman saat Nongkrong

  ·   2 min read