Lifestyle, Opini

Quarter Life Crisis : Perlukah Dialami Generasi Milenial?

Written by Adrianus Sukanto

“Mengapa dia lebih baik dariku, ya?”

“Apa yang ingin aku capai dalam beberapa tahun ke depan?”

“Apakah aku punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain?”

Bagi kamu yang sudah memasuki usia 20 tahun ke atas, mungkin kamu sering bertanya-tanya pada dirimu sendiri beberapa pertanyaan di atas. Sejatinya, pertanyaan tersebut merupakan hal yang wajar saja, mengingat kamu sudah menginjak usia 20 tahun.

Ketika menginjak usia 20 tahun, kamu mungkin akan berpikir untuk dapat hidup mandiri dan sukses seperti orang lain. Mungkin kamu juga sudah mulai memikirkan rencana hidupmu dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, ketidaktahuan arah tujuan hidup juga menjadi permasalahan yang kerap kamu alami. Jika kamu sedang mengalami ini, maka kamu berada di fase quarter life crisis (QLC).

Quarter life crisis sudah pernah dibahas oleh beberapa influencer, salah satunya adalah Arief Muhammad. Melalui vlogcast di channel YouTube miliknya, ia menceritakan pengalamannya ketika menghadapi quarter life crisis. Quarter life crisis yang ia alami tak lepas dari pengaruh lingkungan dan lika-liku kehidupan.

Lalu, apa yang dimaksud quarter life crisis? Apakah quarter life crisis semestinya dialami oleh generasi millennial? Untuk menemukan jawabannya, mari kita simak penjelasan berikut.

Apa sih Quarter Life Crisis itu?

Dilansir dari Independent, Dr. Alex Fowke selaku psikologis klinis menyebut bahwa quarter life crisis merupakan suatu fase di mana seseorang merasa tidak percaya diri, munculnya keraguan dalam hidup, dan sering mengalami perasaan kecewa terhadap hidup.

Perasaan kecewa yang seringkali muncul tak jauh dari karir, hubungan asmara atau pertemanan, dan finansial. Terdapat banyak tekanan yang dialami saat memasuki fase ini. Bahkan, terdapat survei yang menyebut bahwa karir dan hubungan asmara menjadi permasalahan yang kerap memicu terjadinya quarter life crisis. Nah, berikut beberapa faktor yang dapat memicu quarter life of crisis!

Passion dalam Karir

Passion  menjadi salah satu poin penting yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam berkarier. Karier yang sesuai dengan passion-mu akan menjadikanmu semangat dalam bekerja. Passion yang kamu miliki juga akan membuat kamu terhindar dari pikiran stress, karena kamu menikmati pekerjaan yang kamu lakukan.

Di sisi lain, pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion akan membuatmu cepat bosan dan jenuh. Permasalahan yang sering muncul bagi generasi milenial adalah mereka tidak menemukan passion mereka. Akibatnya, mereka akan mengalami stuck dalam berkarier dan tidak akan mengalami perkembangan dalam hidupnya.

Maka dari itu, jika kamu belum menemukan passion-mu, ada baiknya kamu segera menemukan passion-mu sebelum terlambat!

Hubungan Asmara

Hubungan asmara dapat menjadi  penyebab kamu terjebak dalam fase quarter life crisis. Banyaknya pikiran tentunya dapat memengaruhi kamu dalam berperilaku, sehingga seringkali menyebabkan hubungan asmaramu menjadi berantakan. Tidak sedikit orang yang salah dalam mengambil keputusan dalam berhubungan asmara karena sedang di fase quarter life crisis.

Salah satu cara jitu untuk tetap menjaga keharmonisan hubungan asmara kamu saat menghadapi quarter life crisis adalah kamu perlu berkomunikasi dengan pasanganmu. Komunikasi seringkali dilupakan oleh beberapa orang ketika sedang mengalami banyak pikiran, padahal komunikasi merupakan kunci dalam menjaga hubungan.

Finansial

Pemicu ketiga yang menyebabkan kamu berada di fase quarter life crisis adalah finansial. Ya, masalah ini sejatinya tidak hanya melanda generasi milennial, tetapi juga pada orang yang sudah bekerja. Namun, generasi milenial akan cenderung mengalami finansial dibanding generasi lainnya.

Generasi milennial merupakan generasi yang mengikuti tren dan perkembangan zaman, sehingga tidak heran jika generasi milenial berpeluang mengalami masalah finansial. Jika kamu salah satu dari generasi milenial, ada baiknya kamu mengelola uang yang kamu miliki dengan baik demi kebutuhan yang akan datang.

Apakah Generasi Millennials Perlu Menghadapi Quarter Life Crisis?

Seperti yang sudah kamu baca dan ketahui, bahwa quarter life crisis merupakan salah satu fase “terburuk” dalam hidupmu. Namun, quarter life crisis akan menjadi sangat penting bagi hidupmu jika kamu melihat dari sisi yang berbeda. Mari ambil sisi positifnya.

Ketika kamu berhasil melewati fase ini, kamu mungkin akan bersyukur karena banyak sekali pelajaran yang dapat kamu petik. Beberapa di antaranya ialah kamu dapat bersikap dewasa, tidak gegabah dalam mengambil keputusan, dan memahami bahwa hidup itu sangat penting. Maka dari itu, jangan takut untuk menghadapi dan melewati quarter life crisis!

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read