Lifestyle

4 Cara Menghindari Toxic Friendship: Lengkap

Written by Kriscahyani

Memiliki teman dekat atau sahabat dapat mendatangkan kebahagiaan dalam hidup kita. Tapi pada kenyataannya tidak selalu seperti itu.

Pernahkah kamu merasa tersakiti oleh sahabatmu namun dia tak pernah sadar atau berusaha berubah? Atau pernahkah kamu merasa mengorbankan dirimu sendiri dan melewatkan banyak hal penting demi dirinya? Hati-hati, mungkin saja kamu terjebak dalam toxic friendship.

Apa sih maksud dari toxic friendship disini? Toxic friendship adalah hubungan pertemanan dimana salah satu pihak merasa tidak baik-baik saja dikarenakan pihak lainnya.

Hal ini ditandai dengan adanya pengaruh negatif yang bentuknya pun bermacam-macam. Bisa berupa manipulasi, provokasi, kebergantungan dan lain-lain. Secara tidak sadar toxic friendship dapat membahayakan psikologis lho!

Tentu tidak nyaman kamu berada dalam hubungan seperti itu. Sebaiknya ambil tindakan yang bijak untuk menyikapinya ya gais! Berikut tips efektif untuk menjauh dari lingkaran pertemanan yang terindikasi sebagai toxic friendship.

Dahulukan kebahagiaanmu lebih dulu

Tidak jarang ketika berada dalam hubungan pertemanan yang negatif membuatmu harus merelakan kepentingan dan kebahagianmu sendiri. Rela berkorban memang salah satu cerminan sikap yang luhur.

Namun, tetaplah memprioritaskan kebahagiaanmu. Jangan merasa bersalah apabila kamu tidak bisa memberikan kesenangan bagi sahabatmu. Bukan tanggung jawabmu untuk memenuhi harapan dan membahagiakan orang lain.

Hindari kebergantungan berlebihan

Kebergantungan dapat menjadi bumerang dalam sebuah hubungan apalagi jika dirasa berlebihan. Memang kadang kita butuh dukungan dari orang terdekat kita namun usahakan untuk tidak selalu bergantung pada mereka. Hal ini dapat membuat kamu merasa berhutang budi pada mereka, bahkan sulit mengatakan “tidak” pada mereka.

Begitu juga sebaliknya, jangan membuat orang lain bergantung padamu. Jangan memaksakan diri untuk selalu memenuhi kebutuhan mereka, karena dengan begitu justru mendorong mereka untuk selalu bergantung padamu dan bisa jadi suatu saat membuatmu jengah.

Ciptakan jarak dan batasan

Tidak harus segera diakhiri, hubungan pertemanan yang negatif bisa diperbaiki dengan perlahan. Ketika mempertimbangkan untuk keluar dari hubungan toxic friendship kamu perlu menciptakan batasan lebih dulu. Kurangi frekuensimu untuk berkomunikasi dengannya.

Beri penjelasan kalau kamu juga butuh waktu untuk beraktivitas dengan hal-hal yang kamu senangi dan tidak melulu melibatkan mereka.

Bicarakan yang sejujurnya

Cobalah untuk duduk dan mengobrol. Kita tahu bahwa komunikasi adalah kunci sebuah hubungan. Jadi bicarakan baik-baik perasaanmu bila kamu tidak nyaman dengan perlakuannya.

Ingat jujurlah dengan cara yang lembut, jangan mengungkapkan hal-hal yang terlalu memojokkan dia ya!

Lingkungan pertemanan tentu sangat berpengaruh terhadap dirimu. Sekuat apapun pertemanan atau persahabatanmu, bila membuatmu tertekan dan tidak maka cobalah untuk memberi jarak dulu.

Kalau memang masih bisa diperbaiki maka perbaikilah. Tapi jika hubungan tersebut sudah tidak bisa diperbaiki, maka pertimbangkanlah untuk melepaskannya. Kembali lagi, keputusan ada di tanganmu sendiri. Semoga kamu dapat mengelilingi dirimu dengan orang-orang yang memberikan nilai positif!

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read