Produktivitas, Lifestyle

10 Kebiasaan Sederhana Agar Lebih Produktif

Written by Faqihah Muharroroh Itsnaini

Tidak terasa, tahun sudah berganti lagi. Apakah kamu sudah menyusun target-target di tahun ini? Atau, masih meratapi target tahun lalu yang belum sempat tercapai?

Sebelum melangkah lebih jauh, coba kamu evaluasi diri. Bagaimana target di tahun sebelumnya? Jika sudah hampir semuanya tercapai, selamat! Tandanya kamu sudah bisa mengatur hidup dengan cukup baik dan berada di jalur yang tepat. Hal ini tentunya harus terus kamu tingkatkan.

Namun, bagaimana jika banyak target yang belum tercapai? Artinya mungkin kamu harus mencoba untuk mengevaluasi produktivitas selama ini. Apakah kegiatan sehari-harimu sudah berjalan dengan efektif? Apakah kamu sudah bisa memanfaatkan waktu dengan baik?

Salah satu keterampilan yang dapat mendukung karir seseorang adalah kemampuan manajemen waktu. Jika kamu tidak mengelola waktu dengan baik, kemungkinan besar tujuan yang kamu buat sebelumnya tidak akan tercapai.

Pernahkah terpikir bahwa setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama dengan orang lain? 24 jam dalam sehari, tujuh hari dalam seminggu, dan 12 bulan dalam setahun. Pertanyaan muncul ketika orang lain bisa melakukan apa yang belum kamu lakukan.

Tentu tidak mudah mengubah kebiasaan menjadi 100 persen positif dan ideal, saya mengakui hal itu. Ada kalanya seseorang mengalami naik dan turun dalam hidup.

Kebiasaan Sederhana Agar Waktu Lebih Produktif

Namun, sebenarnya tidak ada yang tidak bisa diubah. Ketika mau berusaha dan bekerja keras, seseorang akan mencapai versi terbaik bagi dirinya.

Change might not be fast and it isn’t always easy. But with time and effort, almost any habit can be reshaped.” – Charles Duhigg

Berikut beberapa kebiasaan sederhana yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan produktivitas. Yuk, kita lihat bersama.

Tentukan Tujuan dan Target

Langkah paling awal adalah untuk menyusun target dan tujuanmu ke depan. Setelah membuat daftar ini, kamu bisa menempelnya di dinding kamar tidur, atau di atas meja kerjamu.

Mengapa ini penting? Dengan menuliskan daftar tujuan dan target, kamu akan lebih termotivasi untuk menjalani pekerjaannya. Hal ini sekaligus membuatmu yakin dan paham akan rencana-rencana yang disusun.

Untuk membuat target dan tujuan ini, kamu bisa menggunakan metode SMART. Tentukan tujuan yang Spesific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Timely. Dengan menerapkan metode ini, tujuan yang ingin kamu capai menjadi lebih spesifik, terukur, relevan, dan bisa diketahui jangka waktunya.

Susun Jadwal dan Prioritas

Photo by Emma Matthews Digital Content Production on Unsplash

Setelah membuat target dan tujuan, kamu harus bisa menyusun jadwal kegiatan sehari-hari. Dengan adanya jadwal kegiatan, kamu bisa memperkirakan waktu-waktu penting, seperti kapan waktu bekerja, belajar, istirahat, dan lain-lain.

Tidak perlu terlalu strict, namun jadwal ini bisa menjadi acuan agar aktivitasmu tetap berada di jalur yang tepat.

Kemudian, coba bagi aktivitasmu berdasarkan kepentingannya menjadi empat kuadran. Kuadran (1) adalah hal-hal penting yang mendesak dan jadi prioritas, Kuadran (2) adalah hal-hal penting yang tidak mendesak, Kuadran (3) hal-hal tidak terlalu penting namun harus dilakukan, dan Kuadran (4) adalah hal-hal yang menjadi keinginan dan tidak penting.

Kurangi Bermain Handphone

Mungkin hal ini merupakan salah satu kebiasaan tersulit untuk dilakukan. Ya, di era teknologi yang semakin canggih seperti sekarang, fitur-fitur menarik terus bermunculan. Susah rasanya untuk tidak mengecek handphone dalam sehari saja. Namun, percayalah bahwa kegiatan ini sangat menghabiskan waktu.

Coba matikan notifikasi media sosial, dan usahakan untuk tidak terus-menerus memegang handphone. Notifikasi yang muncul seringkali membuat fokus seseorang buyar, dan hal ini tentu mengurangi tingkat produktivitas bekerja.

Secara tak sadar, kamu akan lebih tergoda untuk mengecek urusan lain atau membuka sesuatu setelah ada notifikasi. Niat awal hanya mengecek email, bisa-bisa kamu kebablasan melihat postingan Instagram teman-temanmu. Maka, tanamkan tekad untuk meluangkan waktu sesedikit mungkin dengan handphone.

Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas

Selama ini, banyak orang yang berpikir bahwa kerja sangat banyak dalam sehari itu adalah yang terbaik. Namun faktanya, bekerja sesuai porsi yang tepat dan fokus, akan menghasilkan output yang lebih maksimal.

Berbeda halnya bila kamu memaksakan diri untuk bekerja seharian, namun tidak tenang, lelah, disertai mengerjakan tugas lain, pasti hasilnya kurang maksimal.

Hindari Multitasking

Berkaitan dengan hal sebelumnya, nih. Seringkali orang-orang percaya bahwa multitasking itu hebat dan efektif. Namun sejumlah riset membuktikan bahwa multitasking tidak sebagus itu.

Ada riset yang mengatakan bahwa hanya 2% orang yang mampu multitasking secara efektif, sementara Forbes mengatakan kebiasaan ini memicu penurunan IQ.

Dengan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus secara bersamaan di satu waktu, perhatianmu akan berkurang. Fokusmu tentu menjadi terbagi ke beberapa hal. Maka, biasakan untuk berfokus pada satu pekerjaan, agar lebih efektif dan efisien.

Kurangi Kebiasaan Berkata “Ya” pada Semua Hal

Suatu penelitian menyebutkan bahwa, semakin susah kamu mengatakan “tidak” pada sesuatu, semakin tinggi tingkat stress yang kamu hadapi.

Mayoritas orang terlalu sering mengatakan “Ya” pada hal-hal yang tidak seharusnya disetujui. Alasannya bisa karena segan, tidak enak pada yang lebih tua, merasa kasihan, atau terlalu yakin pada diri sendiri. Padahal setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda-beda.

Lalu, kapan harus berkata “Tidak”? Kamu bisa melakukannya jika tawaran itu kurang berharga, dibandingkan kegiatan yang sudah kamu susun. Bila merasa tidak mampu, jangan ragu untuk menolak. Orang-orang juga akan lebih menghargai jika kamu jujur dan terbuka dengan perasaanmu.

Istirahat yang Cukup

Photo by Gregory Pappas on Unsplash

Ini merupakan kebiasaan penting yang sering dilupakan. Banyak orang yang terlalu giat bekerja sampai-sampai tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, hanya 3-4 jam sehari. Padahal penelitian mengatakan bahwa tidur yang efektif bagi orang dewasa adalah 7-8 jam sehari.

Dengan istirahat yang cukup, kamu akan lebih segar dan siap untuk bekerja keesokan harinya. Kebiasaan ini juga akan menghindarimu dari berbagai macam penyakit.

Olahraga atau Meditasi Rutin

Kebiasaan olahraga atau meditasi yang rutin dilakukan setiap pagi akan memberimu keseimbangan dalam otak. Selain itu, olahraga juga akan melancarkan peredaran darah dan tentunya meningkatkan kesehatan tubuh. Hilangkan semua pikiran negatif, maka energi, stamina, serta fokus mentalmu akan jauh meningkat.

Temukan Mentor

Mencari dan mendapat bimbingan dari mentor sangatlah berguna untuk kehidupan. Kebiasaan baik yang sudah kamu bangun terkadang menghadapi distraksi yang tidak terduga. Maka, carilah seseorang yang bisa kamu percaya untuk menjadi ‘pengingat’ kebiasaan baik yang kamu susun. Mentor yang tepat akan membantumu dalam perjalanan mencapai tujuan.

Bersyukur dan Berdoa

Photo by Jeremy Yap on Unsplash

Terakhir, namun tak kalah penting. Lakukan kebiasaan untuk bersyukur setiap harinya. Mengapa? Dengan mensyukuri hal-hal sederhana yang didapat, kamu bisa lebih menghargai kehidupan.

Meski beberapa keinginanmu belum tercapai, sadari bahwa semua butuh proses. Kesempatan untuk hidup saja sudah merupakan anugerah terbesar bagi seseorang.

Menunjukkan rasa bersyukur akan menuntun seseorang untuk rajin berdoa. Dengan melakukan kebiasaan ini, Tuhan akan semakin dekat denganmu. Kamu juga akan terdorong untuk melakukan hal-hal positif yang membawamu menjadi sukses.

Yuk coba terapkan hal-hal di atas. Dijamin hidupmu akan semakin produktif dan bermanfaat!