Lifestyle, Produktivitas

Yuk, Kenali 4 Tips Tepat untuk Mencapai Financial Freedom

Written by Adrianus Sukanto

Financial freedom atau kebebasan finansial merupakan istilah yang seringkali digunakan atau dibahas oleh para pekerja. Financial freedom secara umum diartikan sebagai sebuah titik di mana seseorang tetap mendapatkan penghasilan walaupun sudah tidak lagi bekerja.

Namun, tidak sedikit orang mengartikan financial freedom dengan makna yang berbeda. Bahkan, sebagian besar mereka mengartikan financial freedom untuk dirinya sendiri.

Sejatinya, tidak ada yang salah jika seseorang mengartikan financial freedom dengan makna yang berbeda. Seperti yang diungkapkan oleh Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Client Growth Commonwealth Bank, tidak sedikit orang menganggap bahwa financial freedom sebagai tanda bahwa mereka sudah tidak lagi memiliki utang atau memiliki cukup uang untuk memenuhi segala kebutuhan tersiernya.

Namun, Ivan Jaya menegaskan bahwa memaknai financial freedom harus tetap berlandaskan “tidak bekerja namun tetap memiliki penghasilan”. Seseorang tidak akan mencapai financial freedom jika masih memiliki utang atau membeli apapun yang diinginkan namun tidak memiliki penghasilan. Jika tidak memiliki penghasilan, cepat atau lambat uang yang telah disimpan susah payah akan habis secara perlahan.

Untuk memperjelas makna tersebut, mari beralih pada Jack Ma, founder dari Alibaba Group. Pada 2019 lalu, Jack Ma memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Alibaba Group.

Sebagian besar orang akan menganggap bahwa wajar saja jika Jack Ma mundur dari posisi tersebut lantaran sudah menjadi salah satu orang terkaya di negeri tirai bambu. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah bukan tentang Jack Ma menjadi kaya raya. Ilustrasi ini menekankan bahwa kita perlu melihat bagaimana Jack Ma dapat mengelola uang yang dimilikinya sehingga mencapai financial freedom.

Lalu, bagaimana agar seseorang dapat mencapai financial freedom di waktu yang tepat? Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mencapai financial freedom.

Atur pendapatan dan pengeluaran

Sumber: ourmindfullife.com

Menurut Ivan Jaya, seseorang perlu mengatur pendapatan dan pengeluarannya secara konsisten.  Seringkali orang-orang luput dalam menahan keinginan dan mengabaikan pendapatan yang masih terbatas. Akibatnya, mereka seringkali mengalami krisis finansial.

Maka dari itu, Ivan menyarankan untuk membatasi pengeluaran sebesar 80% dari pendapatan. Lalu, 20% dari pendapatan digunakan untuk apa? Nah budayakanlah menabung. Alangkah lebih baik jika 20% pendapatan tersebut digunakan untuk investasi yang berpeluang memberikan profit yang jauh lebih banyak dibandingkan hanya menabung di bank.

Batasi dan kelola utang

Sumber: womansday.com

Menghindari utang di usia muda termasuk hal yang sulit, hal ini wajar saja karena pendapatan yang kita miliki masih terbatas. Namun, ada baiknya jika budaya mengutang tersebut dihindari.

Jangan mencoba untuk mengutang jika memang tidak dalam keadaan darurat. Selain itu, biasakan untuk menghitung jumlah utang yang dimiliki, sehingga jumlah utang tidak melebihi 30% dari pendapatan yang dimiliki.

Nah, ada salah satu tips yang perlu dicoba untuk menghindari biaya utang yang membengkak. Jika seseorang memiliki beberapa utang, ada baiknya melakukan perbandingan akan bunga yang harus dibayar. Prioritaskan untuk melunasi utang dengan bunga yang tinggi, sehingga biaya utang tidak akan membengkak di kemudian hari.

Persiapkan dana pensiun

Sumber: aier.org

Dana pensiun seringkali diabaikan oleh sebagian besar orang. Hal tersebut lantaran mereka berpikir bahwa masa pensiun masih jauh di depan mata. Padahal, penggunaan dana pensiun harus direncanakan sejak awal seseorang mulai memiliki pendapatan.

Seperti yang telah dijelaskan, budayakan menabung 20% dari pendapatan yang dimiliki. Dana pensiun dapat dialihkan menjadi investasi, salah satunya reksadana.

Ubah gaya hidup

Sumber: thegoldengirlblog.com

Gaya hidup merupakan aspek yang paling sulit untuk dikendalikan. Tidak jarang orang rela menghabiskan uang yang dimilikinya untuk mengikuti tren masa kini. Bahkan, sebagian besar orang rela untuk mengutang atau mengkredit agar dapat menggunakan barang mewah.

Padahal, gaya hidup seperti ini merupakan cara yang tidak dibenarkan. Pengeluaran yang tidak sehat sangat berpotensi membuat kita candu untuk melakukan pengeluaran terus-menerus. Nah, ada baiknya untuk menyesuaikan gaya hidup kamu dengan pendapatan yang dimiliki. Jika memang sangat menginginkan barang tersebut, maka prioritaskan menabung dan hindari utang berlebih ya!


Perlu diingat, bahwa mencapai financial freedom bukan berarti menjadi kaya harta. Jika seseorang memiliki jumlah uang yang banyak namun tetap memiliki utang yang membengkak, tentu orang tersebut tidak dapat dikatakan mencapai financial freedom.

Orientasi financial freedom terletak pada bagaimana uang dikelola secara bijak, sehingga diri kita terbebas dari tekanan finansial. Financial freedom dapat dicapai oleh semua orang tanpa adanya patokan umur. Artinya, kaum millennials juga dapat mencapai financial freedom jika dapat mengelola uang dengan bijak.

Referensi

Ferdiani,   K. R. (2020, Januari 2). Tips Sukses Mencapai Financial Freedom untuk   Milenial. Retrieved from ModalRakyat:   https://www.modalrakyat.id/blog/tips-sukses-mencapai-financial-freedom-untuk-milenial

Langit, U. (2018,   Desember 26). Contoh Jack Ma, Ini 7 Resolusi 2019 agar Merdeka Finansial.   Retrieved from gobear:   https://www.gobear.com/id/blog/personal-finance/contoh-jack-ma-ini-7-resolusi-2019-agar-merdeka-finansial

Lestari, R. (2019,   April 27). Kiat Mencapai Financial Freedom, Cocok Untuk Milenial.   Retrieved from finansial.bisnis.com:   https://finansial.bisnis.com/read/20190427/55/916328/kiat-mencapai-financial-freedom-cocok-untuk-milenial

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read