Lifestyle

10 Langkah Mudah Memulai Gaya Hidup Minim Sampah

Written by Faqihah Muharroroh Itsnaini

Beberapa waktu belakangan, gerakan mengurangi sampah semakin hangat diperbincangkan oleh media maupun masyarakat. Tentu hal ini dilatarbelakangi oleh sejumlah alasan.

Menurut informasi dari Badan Pusat Statistik Indonesia, terdapat 80 juta ton lebih sampah yang dihasilkan setiap tahun. Fakta ini diperparah dengan sistem pengelolaan sampah di Indonesia yang masih sangat kurang. Riset terbaru dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) menyebutkan bahwa sebanyak 24% sampah di Indonesia tidak terkelola dengan baik.

Sejumlah 69% sampah terbuang ke TPA, hanya 7% yang dijadikan kompos dan didaur ulang. Sementara, sisanya dibakar, ditimbun, atau bahkan tidak ditangani sama sekali. Berdasarkan data ini, kita mengetahui bahwa sekitar 15 juta ton sampah masih mengotori ekosistem dan lingkungan. Serta, tidak ada penanganan khusus untuk pemanfaatan sampah.

Padahal, sampah yang tidak terolah dengan baik di TPA dapat menjadi cairan beracun yang menyebabkan pencemaran sungai, tanah, dan air tanah. Sampah ini juga menimbulkan terbentuknya gas rumah kaca. Gas ini sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan sekitar.

Maka, apakah sekedar membuang sampah di tempatnya saja sudah cukup?

Jawabannya, tidak. Untuk meminimalisir hal itu, salah satu cara yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan pola hidup minim sampah.

Bagaimana cara mulai melakukannya? Yuk kita lihat.

1. Kuatkan Tekad dan Motivasi

Tekad dan motivasi yang kuat adalah langkah awal memulai gaya hidup minim sampah. Dari sekian banyak alasan mengapa kita harus mengurangi sampah, pilih salah satu atau beberapa yang paling kuat bagimu. Memang untuk rutin melakukannya, diperlukan proses panjang. Maka, kamu bisa menjadikan tekad dan motivasi ini sebagai fondasi yang menguatkan.

2. Pilah Sampah

Photo by VanveenJF on Unsplash

Sebagian besar orang Indonesia terbiasa menggabungkan sampah dalam satu tong sampah. Padahal, sampah yang kita buang terdiri dari beraneka ragam material, lho. Mulai sekarang, coba pisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Botol kaca, kertas, botol plastik, elektronik, dan sampah yang tidak bisa didaur ulang jadikan satu tempat. Lalu serahkan sampah yang bisa didaur ulang ke bank sampah terdekat, komposkan sisa sampah organik, dan timbang sisa sampah yang tersisa.

3. Mengompos Sampah

Kegiatan mengompos sampah organik masih sering disepelekan oleh mayoritas orang. Namun ternyata, sampah terbesar yang menumpuk di TPA adalah sampah organik. Dengan mengompos, kita bisa coba mengolahnya di rumah hingga dapat mencegah terbuangnya sisa sampah organik ke TPA. Yuk mulai belajar cara mengompos sampah!

4. Katakan “Tidak”

Photo by Volodymyr Hryshchenko on Unsplash

Selanjutnya, langkah sederhana yang bisa kamu lakukan dalam rangka mengurangi sampah. Katakan “tidak” atau tolak penggunaan plastik sekali pakai. Contohnya kantong belanja plastik, sedotan, makanan dan minuman kemasan, dan lain-lain. Dengan menolak penggunaan plastik ini, kita tidak perlu repot memilah sampah, bukan?

5. Gunakan Reusable Bag, Reusable Bottle, dan Reusable Cup

Next, coba mulai gunakan barang-barang yang bisa dipakai ulang. Seperti tas pakai ulang ketika berbelanja, botol minum, atau cup saat ingin membeli minum.

Tas berbahan apapun baik polister, karton, atau kain, selama tas itu berfungsi untuk belanja, tentu dapat kita gunakan. Botol minum plastik atau stainless steel juga dapat digunakan ketika sedang bepergian. Selain menjaga kebersihan dan kesehatan, kita bisa lebih berhemat dengan membawa botol minum sendiri.

6. Bawa Kotak Makan

Photo by Caroline Attwood on Unsplash

Berkaitan dengan hal sebelumnya, nih. Kotak makan merupakan benda yang sebaiknya dibawa saat sedang dalam perjalanan. Dengan membawa kotak makan, kita bisa menyimpan sisa makanan yang tak habis dari restoran. Selain itu, kita dapat menghindari peralatan plastik sekali pakai yang mungkin didapatkan saat membeli makan di luar rumah.

7. Proaktif

Jika mau menerapkan gaya hidup minim sampah, kita harus proaktif bertanya!

Misalnya, tanyakan hal-hal seperti “apakah minuman saya bisa dihidangkan tanpa sedotan?”, “bisakah saya membeli kopi ini dengan botol minum sendiri?”, atau “belanjaannya saya masukkan ke tas sendiri, boleh ya?” dan lain sebagainya.

Terkadang, tidak semua perusahaan atau tempat makan memperbolehkan hal itu. Tentu pelayannya memang hanya menjalankan tugas dan kewajiban mereka. Maka, biasakan untuk bertanya dahulu, jika tidak diperbolehkan, tidak masalah karena sudah mencoba.

8. Hindari Membeli Barang yang Tidak Perlu

Photo by Barrett Ward on Unsplash

Kurangi kebiasaan membeli barang yang berlebihan. Nantinya, barang-barang yang sebenarnya tidak begitu penting, berpotensi masuk ke tempat sampah. Sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu, biasakan untuk berpikir dan bertanya pada diri sendiri, apakah kita benar-benar perlu atau tidak.

9. Kreasikan Barang

Coba manfaatkan kembali barang apa yang sudah kita miliki di rumah. Dengan berpikir kreatif untuk mengalihfungsikan barang yang sudah tidak terpakai, dapat berkontribusi mengurangi sampah. Contohnya adalah membuat sendiri kapas pakai ulang, beeswax wrap, spons cuci piring, dan berbagai jenis lap pembersih.

Selain itu, manfaatkan cairan pembersih, detergen ramah lingkungan, dan produk perawatan tubuh natural. Pemanfaatan ini dilakukan untuk menghindari produk konvensional berkemasan plastik yang berbahaya bagi lingkungan.

10. Ikut Komunitas

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Merasa berat untuk memulainya sendirian? Jangan pernah merasa begitu, karena saat ini sudah semakin banyak orang-orang yang peduli dengan gerakan mengurangi sampah. Kita dapat mencari informasi dan mengenal orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Mulai bergabung dengan komunitas yang ada untuk bertukar pikiran, ide, dan tips-tips bermanfaat untuk hidup minim sampah.

Itulah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mulai gaya hidup minim sampah. Menarik bukan? Mari ikut andil menjaga kebersihan lingkungan dan memelihara bumi mulai dari diri kita sendiri.

(sumber: Buku Sustaination, Dwi Sasetyaningtyas)

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read