Produktivitas

5 Tips Membangun Kerjasama TIM

Written by Arni Tsalitsa

Kolaborasi telah menjadi kata kunci yang cukup besar di dunia bisnis modern. Budaya kolaboratif harus menjadi sesuatu yang dirasakan karyawan bukan sesuatu yang dibicarakan oleh tim eksekutif, apalagi ketika mereka berada dalam suatu tim.

Ketika budaya kolaborasi ini terjadi, maka akan menginspirasi rasa komunitas dalam suatu organisasi sambil mendorong produktivitas, wawasan, dan inovasi. Kolaborasi lebih penting bagi perusahaan muda untuk menciptakan struktur yang dapat tumbuh seiring dengan kesuksesan mereka.

Tujuan kerja tim dalam bisnis

Bisnis yang telah berhasil memasukkan mentalitas kolaboratif ke dalam budaya perusahaan, biasanya mereka akan menuai manfaat dari kolaborasi tersebut, tetapi untuk melaksankannya dibutuhkan komitmen, kepemimpinan dan ketekunan. Komitmen itu harus dimulai dari atas.

Dinamika ini harus digerakkan oleh mereka yang bertanggung jawab. Banyak pemimpin yang gagal untuk secara konsisten memperlakukan orang lain dengan hormat atau melakukan apa yang diperlukan untuk mendapatkannya dari orang lain.

Perusahaan yang berhasil menumbuhkan budaya tempat kerja yang kolaboratif, akan menjadikan karyawan merasa didengar dan diyakini menghasilkan lebih banyak solusi kreatif.

Lalu, bagaiamana cara sederhana membentuk budaya kolaboratif untuk mendorong tempat kerja yang terbuka dan kooperatif? Ini dia 5 tips membangun tim untuk bekerjasama.

Baca Juga: Kebiasaan Agar Produktif.

Tetapkan tujuan tim

Gunakan garis waktu, rencana, dan konten terstruktur yang dengan jelas menentukan tujuan saat ini dan masa depan untuk tim. Melalui cara ini memungkinkan semua anggota tim dapat berbagi sudut pandang yang berbeda.

Seorang pemimpin harus memastikan bahwa setiap orang memahami tujuan dan peran apa yang secara khusus mereka mainkan dalam mencapai tujuan itu. Salah satu cara untuk menekankan pentingnya nilai tim adalah dengan menghargai kerja tim di atas prestasi individu.

Anggota tim yang merasa bahwa mereka adalah bagian dari unit yang dihargai akan tampil pada tingkat yang lebih tinggi daripada mereka yang merasa memiliki beban yang tidak proporsional.

Membina lingkungan kreatif

Izinkan anggota tim untuk bertukar pikiran dalam kerangka kerja terbuka dan tidak menghakimi yang mencakup tujuan dan arahan tim. Tim harus cukup aman mengambil risiko, baik secara individu maupun sebagai tim untuk bersedia menyarankan ide-ide yang berani.

Ada banyak cara untuk memberi karyawan keamanan yang mereka butuhkan untuk mengambil risiko dan menjadi kreatif. Sebagai contoh Kontributor Fairygodboss, Maureen Berkner Boyt, menyarankan secara berkala mengadakan acara makan siang untuk merayakan kegagalan tim terbesar  untuk menunjukkan bahwa "kita tidak bisa menang jika kita tidak gagal, dan kita bisa bersenang-senang dengan menertawakan kesalahan kita."

Bangun kohesi

Buat sarana komunikasi yang memungkinkan alur kerja mudah, menetapkan serangkaian prioritas yang berbeda dan membuat semua rekan kerja merasa diikutsertakan. Menjaga semua orang pada acuan pedoman yang sama memungkinkan anggota tim untuk fokus dan berkembang.

Visualisasikan ide

Beri anggota tim kesempatan untuk menggunakan visual dalam mengklarifikasi dan berbagi ide-ide mereka di tingkat paling sederhana. Kamu dapat melakukan ini dengan apa saja, mulai dari sketsa kasar hingga presentasi skala penuh.

Hancurkan penghalang

Menggunakan banyak saluran komunikasi seperti email, telepon, dan pesan teks pada akhirnya dapat menciptakan hambatan bagi kolaborasi yang sukses. Mintalah satu saluran yang memungkinkan tim untuk berkomunikasi secara efisien dan efektif.

Melalui perkembangan teknologi saat ini, kamu dapat memilih teknologi mana yang memang benar-benar bisa digunakan dalam memperlancar komunikasi dan karyawan bisa menggunakannya.

Penting juga untuk peka terhadap tingkat kenyamanan dan pembinaan karyawan, serta cara kepemimpinan yang telah dilakukan selama ini.