Ulasan Singkat : Mengapa PSBB Tak Berjalan Efektif?

Written by Adrianus Sukanto

Menjelang penghujung tahun 2019, dunia digemparkan dengan munculnya wabah Covid-19. Berdasarkan beberapa temuan, Covid-19 diidentifikasi berasal dari Wuhan, China. Dilansir melalui situs resmi WHO (World Health Organization), Covid-19 merupakan penyakit menular yang berasal dari coronavirus. Bahkan, Covid-19 telah tersebar ke berbagai belahan dunia hanya dalam waktu yang singkat.

Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Italia, bahkan Indonesia hingga kini masih kesulitan untuk mengatasi persebaran Covid-19. Pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi persebaran Covid-19 yang kian meningkat dengan memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

PSBB merupakan larangan untuk melakukan berbagai aktivitas guna menghindari kontak sosial. Pemberlakuan PSBB ini diharapkan dapat memutus rantai persebaran Covid-19 di Indonesia. Kebijakan ini telah ditetapkan melalui PP No. 21 tahun 2020. Beberapa kota telah menaati kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, seperti Jakarta, Bandung, Palembang, dan Tegal.

Namun sayangnya, dapat kita lihat bahwa angka positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Dengan terus bertambahnya angka positif Covid-19, dapat diasumsikan bahwa kebijakan pemerintah mengenai PSBB masih belum berjalan efektif. Lalu, apa yang menjadi penyebab PSBB tidak berjalan efektif? Mari kita simak ulasan berikut.

Kelonggaran dari Pemerintah

Kelonggaran yang diberikan pemerintah bukan tanpa alasan. Seperti yang diketahui, sebagian besar masyarakat mengeluhkan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah. Untuk mengatasi keluhan tersebut, pemerintah akhirnya memberikan izin bagi masyarakat yang ingin mudik.

Namun, pemerintah tetap memberikan syarat tertentu untuk masyarakat yang ingin mudik. Dengan adanya kelonggaran itu, tidak sedikit masyarakat yang mengambil kesempatan untuk mudik secepatnya sebelum pemerintah merubah lagi kebijakannya.

Pejabat Negara yang Tidak Taat Anjuran

Pada tanggal 14 Mei 2020, muncul sebuah video yang berisikan perdebatan antara petugas PSBB dengan pengemudi mobil. Pengemudi mobil tersebut diduga seorang DPRD Pasaman, Sumatera Barat. Video tersebut tersebar luas di sosial media dan menjadi viral.

Penyebab perdebatan itu diduga karena anggota DPRD tersebut tidak menggunakan masker saat bepergian. Walaupun pada akhirnya anggota DPRD tersebut meminta maaf secara terbuka dan mengakui kesalahannya, namun tidak menutup kemungkinan akan timbul pemahaman di masyarakat luas, “jika pejabat negara saja tidak taat aturan, mengapa kami harus taat pada aturan?”

Adanya Oknum Nakal

Beberapa hari yang lalu media di Indonesia digemparkan dengan kasus surat bebas Covid-19 yang diperjualbelikan. Surat tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 70.000. Lebih lanjut, surat tersebut dijual di beberapa toko online dan situs jual beli.

Tentunya surat tersebut bukanlah surat resmi dari pihak rumah sakit, melainkan surat palsu yang dibuat oleh oknum tertentu. Surat bebas Covid-19 ini diyakini banyak disalahgunakan oleh masyarakat agar dapat lolos dari pengecekan Covid-19 oleh petugas.

Perusahaan yang Masih Beroperasi

Pada 26 April 2020, Kementrian Perindustrian (Kemenperin) telah memberikan izin kepada 14.533 perusahaan untuk tetap beroperasi. Izin yang diberikan oleh Kemenperin mungkin ditujukan agar perekonomian masyarakat Indonesia dapat tetap stabil.

Selain itu, mungkin saja izin ini juga dilakukan guna menghindari PHK besar-besaran. Di sisi lain, izin yang diberikan oleh Kemenperin ini menyebabkan banyak pekerja yang harus melakukan aktivitasnya di luar rumah. Tentu kita sadar bahwa risiko penyebaran Covid-19 akan semakin tinggi jika masih banyak orang yang beraktivitas di luar rumah.

Minimnya Kesadaran Masyarakat

Pada tanggal 10 Mei 2020 lalu, diketahui terdapat kumpulan massa yang berbondong menyaksikan penutupan gerai restoran cepat saji, yaitu McDonald’s. Lebih mengejutkan lagi, masyarakat yang berkumpul tidak menerapkan social distancing seperti yang telah dianjurkan oleh pemerintah. .. Hal ini tentu memicu penyebaran Covid-19. Akibatnya, pihak restoran cepat saji tersebut dikenakan denda sebesar Rp 10.000.000.

Beberapa waktu berselang setelah peristiwa itu, muncul peristiwa yang serupa. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Diketahui bahwa terdapat kerumuman di lokasi tersebut yang tidak melakukan social distancing. Kerumunan ini diduga dapat terjadi karena kelalaian pihak setempat.

Dari dua peristiwa tersebut, dapat kita lihat bahwa kesadaran masyarakat akan bahayanya penyebaran Covid-19 masih sangat minim. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang membandingkan jumlah korban meninggal Covid-19 dengan penyakit berbahaya lainnya.

Padahal, yang perlu kita waspadai bukanlah jumlah korbannya, melainkan seberapa cepat penyebaran Covid-19. Terlebih lagi, masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker saat bepergian. Perlu kita ingat, bahwa penularan Covid-19 tidak selalu muncul dengan gejala.

Dari ulasan tersebut, kita dapat memahami bahwa buruknya Indonesia dalam menangani penyebaran Covid-19 ini bukanlah disebabkan pemerintah sepenuhnya, melainkan juga disebabkan kesalahan kita sebagai masyarakat.

Untuk itu, mari kita tingkatkan kesadaran akan bahaya penyebaran Covid-19 dan menaati anjuran pemerintah agar Indonesia dapat segera terbebas dari penyebaran Covid-19.

Referensi

Fajri, F. A. (2020,  May 13). Penutupan McD di Sarinah Timbulkan Kerumunan, DPRD Kritik  Manajemen: Harusnya Sudah Diantisipasi. Retrieved from tribunnews.com:  https://www.tribunnews.com/metropolitan/2020/05/13/penutupan-mcd-di-sarinah-timbulkan-kerumunan-dprd-kritik-manajemen-harusnya-sudah-diantisipasi?page=4

Halim, D. (2020, May 15). Tersangka  Jual Surat Bebas Covid-19 Palsu Demi Keruk Untung. Retrieved from  Kompas.com:  https://nasional.kompas.com/read/2020/05/15/17195521/tersangka-jual-surat-bebas-covid-19-palsu-demi-keruk-untung?page=2

Hamdani, T. (2020, April 28). 14.500  Perusahaan Masih Beroperasi saat PSBB. Retrieved from finance.detik.com:  https://finance.detik.com/industri/d-4994183/14500-perusahaan-masih-beroperasi-saat-psbb

Indonesia, C. (2020, May 6). Tegaskan  Larang Mudik, Doni Sebut Syarat Pergi saat Pandemi. Retrieved from  cnnindonesia.com: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200506183211-20-500846/tegaskan-larang-mudik-doni-sebut-syarat-pergi-saat-pandemi

Indonesia, C. (2020, May 14). VIDEO:  Anggota DPRD Marah Ditegur Petugas Tak Gunakan Masker. Retrieved from  cnnindonesia.com: https://www.cnnindonesia.com/tv/20200514182050-407-503498/video-anggota-dprd-marah-ditegur-petugas-tak-gunakan-masker

Organization, W. H. (n.d.). Pertanyaan  dan jawaban terkait Coronavirus. Retrieved from who.int:  https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public

Putra, I. G. (2020, May 14). Kerumunan  Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Kemenhub Selidiki Dugaan Pelanggaran.  Retrieved from bebas.kompas.id:  https://bebas.kompas.id/baca/metro/2020/05/14/kerumunan-penumpang-di-bandara-soetta-kemenhub-selidiki-dugaan-pelanggaran/