Produktivitas, Opini

Mengenal Toxic Positivity: Sisi Gelap dari Hal yang Terlihat Baik

Written by Kriscahyani

Saat berada dalam keadaan terpuruk, kita tentu membutuhkan penguatan baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. Namun sering kali ketika mendapatkan dukungan dari orang lain, kita justru merasa semakin tertekan. Sebagai referensi, pernahkah kamu menerima nasihat positif namun menyakitkan?

Mungkin pada dasarnya maksud orang-orang di sekitarmu baik, tapi hal tersebut secara tidak sadar bukannya memberikan ketenangan malah membuatmu semakin sedih. Nah, kondisi seperi itu merupakan gambaran dari apa yang disebut dengan toxic positivity.

Toxic Positivity

Akhir-akhir ini istilah toxic positivity memang begitu familiar. Lalu apakah sebenarnya toxic positivtity itu? Para ahli mendefiniskan toxic positivity sebagai suatu keadaan dimana kita berusaha menolak perasaan negatif dan fokus untuk menjaga perasaan positif. Sekilas terdengar baik namun ternyata tidak sebaik yang kita bayangkan.

Toxic positivity yang ditandai dengan berpikir positif dalam masa yang menyulitkan bagi kita, dapat memberikan kita kekuatan namun di lain sisi juga memberikan ketidaknyamanan. Toxic positivity akan membuat kita menyangkal perasaan kecewa, marah maupun rasa sakit yang kita alami.

Dampak dari Toxic Positivity

Ada beberapa dampak yang timbul dikarenakan toxic positivity yang mungkin sering kali kita abaikan. Nah, mari kita simak bersama-sama.

Keliru terhadap hal buruk yang bisa saja terjadi

Mengutip dari Psychology Today, sebuah emosi akan memberikan informasi dan gambaran kepada seseorang tentang lingkungan atau apa yang sedang dialaminya. Emosi tersebut kemudian mengarahkan seseorang untuk mengambil suatu tindakan tertentu.

Namun, dengan menghindari emosi-emosi negatif kita sering kali lupa untuk awas terhadap hal-hal buruk. Lebih lanjut ini dapat membuat kita lupa untuk bekerja lebih keras.

Terlalu banyak menaruh harapan

Terlalu banyak berpikir positif cenderung membuat kita terlalu banyak berharap. Nah, hal ini tentu membahayakan guys, karena sewaktu-waktu jika harapan kita tidak tercapai dapat membuat kita sakit sendiri.

Menyebabkan semakin tertekan

Sebuah emosi atau perasaan penting untuk diekspresikan. Beberapa penelitian psikologis mengemukakan bahwa menyembunyikan atau menepis sebuah emosi dapat membuat kita lebih tertekan.

Emosi yang berusaha disembunyikan tersebut dapat berubah menjadi kecemasan, depresi, bahkan penyakit fisik lho!

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Toxic postivity rentan terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Maka dari itu sebisa mungkin kita harus berupaya untuk menjauh dari toxic positivity apalagi setelah mengetahui dampak buruk yang ditimbulkannya. Berikut hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari toxic positivity.

Mengakui emosi negatif

Menerima kenyataan yang pahit memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun merupakan cara yang paling bijak dalam menyikapi apa yang telah terjadi.

Maka dari itu, ketika ternyata kita harus menghadapi kenyataan pahit, kita juga harus belajar untuk mengakui emosi negatif yang datang bersamaan dengannya.

Merubah mindset untuk menyeimbangkan emosi

Semua yang terkesan berlebihan itu tidak baik, begitu pula dengan emosi. Ada kalanya emosi dan pemikiran positif yang berlebihan akan membuat kita lupa untuk memikirkan kemungkinan alternatif apabila gagal, namun pemikiran negatif yang berlebihan juga dapat menjadi bumerang bagi kita.

Oleh karena itu kita harus berusaha menyeimbangkan pemikiran positif dan negatif tadi.

Ungkapkan perasaanmu

Kalau bercerita pada orang lain dan ternyata orang tersebut memberikan toxic positivity bagimu, maka cobalah untuk mengungkapkan perasaanmu lewat tulisan yang kamu konsumsi sendiri. Bagaimanapun akan lebih melegakan jika semua perasaanmu dikeluarkan.

Hindari memberikan toxic positivity pada orang lain

Kalau kamu merasa tidak nyaman mengalami toxic positivity, maka hindari memberikan toxic positivity baik melalui verbal maupun nonverbal kepada orang lain. Selain menjauhkan diri sendiri kita juga harus menjauhkan orang lain dari hal buruk seperti toxic positivity. Berupayalah menempatkan diri kita seperti apa yang orang lain alami ya!

Terlepas dari segala macam yang kita hadapi, kita tidak berkewajiban untuk melarikan diri dari berbagai macam emosi. Kesal, sedih dan marah itu manusiawi. Jadi, berhentilah untuk berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, lepaskanlah segala perasaan yang berkecamuk dalam dirimu. Semoga berhasil!