Lifestyle, Produktivitas

Mulai Ketahanan Pangan Mandiri dengan Hidroponik

Written by Chairul Rachman Ramadhan

Keharusan untuk bekerja dari rumah pada akhirnya memberi ruang bagi setiap orang untuk dapat mengeksplorasi kemampuan dirinya dan mencoba hal-hal baru. Disaat suntuk dengan kegiatan-kegiatan yang kita jalani selama masa Work From Home, tentunya kita sangat membutuhkan refreshing agar pikiran kita kembali siap menerima pekerjaan dan tugas-tugas lainnya.

Dengan keleluasaan waktu yang kita miliki di rumah tentu rugi apabila kita tidak memanfaatkannya sebaik mungkin.

Nah, Javamagz punya rekomendasi kegiatan yang cocok dilakukan untuk mengisi waktu luangmu di akhir pekan atau di sela-sela pekerjaan, yaitu bercocok tanam hidroponik!

Selain mengisi waktu luang, bercocok tanam hidroponik tentu memberikan manfaat positif bagi kita. Prosesnya yang mudah dan tidak memakan banyak tempat tentunya cocok untuk pemula yang ingin belajar menanam sendiri sayuran atau buah-buahan namun tidak memiliki lahan yang cukup luas dirumahnya.

Sistem hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, namun menekankan pada pemenuhan kebutuhan air dan nutrisi tanaman. Kita dapat menanam sayuran dan buah-buahan dengan sistem hidroponik. Nantinya, hasil panen tersebut dapat kita konsumsi sendiri maupun diperjualbelikan.

Nah, berikut beberapa langkah untuk memulai bercocok tanam dengan sistem hidroponik.

Menyiapkan alat dan bahan

Source: indonesiabertanam.com

Sebelum mulai menanam hidroponik, kita harus menyiapkan alat-alat untuk proses penyemaian dan penanaman. Kita juga perlu membeli bibit dari tanaman yang ingin kita tanam. Untuk mendapatkan barang-barang tersebut, kita dapat membelinya secara online dan di toko-toko pertanian terdekat.

Untuk media penyemaiannya, kita dapat menggunakan rockwool yaitu serat mineral dari bebatuan untuk menumbuhkan bibit. Untuk penanaman dapat menggunakan media sekam dalam gelas plastik bekas. Bibit yang biasanya ditanam dengan cara hidroponik yaitu kangkung, selada, pakcoy, sawi, tomat, bayam, cabe, stroberi dan masih banyak tanaman lainnya.

Membuat instalasi penanaman

Source: boombastis.com

Ada beberapa pilihan instalasi penanaman bagi tanaman hidroponik. Bisa menggunakan gelas plastik yang diisi sekam, atau ditaruh di dalam paralon yang dilubangi untuk menyimpan pot kecil berisi tanaman. Pemilihan media tersebut tergantung kebutuhan dan ketersediaan ruang yang ada di rumah.

Penggunaan gelas plastik bekas lebih mudah prosesnya dan bahannya mudah dicari. Kita hanya perlu mempersiapkan gelas plastik bekas sebanyak kebutuhan dan rencana berapa banyak kita akan menanam, lalu mempersiapkan sekam sebagai media tanam. Selanjutnya, di bawah gelas plastik dilubangi kecil-kecil air dapat mengalir dan oksigen dapat masuk.

Melakukan proses penyemaian bibit

Source : hidroponikstore.com

Proses penyemaian bibit dapat berlangsung selama 3-6 hari sejak bibit ditanam. Dimulai dengan memotong rockwool menjadi kotak-kotak sebesar 3x3 cm dan dilubangi dengan tusuk gigi di tengahnya.

Dilanjut dengan memasukan bibit tanaman kedalam lubang - lubang tersebut lalu menutupnya kembali dan diberi air secukupnya. Kita dapat menyimpan rockwool pada nampan agar lebih mudah menyiram untuk memenuhi kebutuhan airnya.

Kita harus rutin memberi air setiap harinya selama proses penyemaian. Setelah proses penyemaian selesai dan tunas sudah mulai tumbuh, kita dapat memindahkan rockwool tersebut ke dalam gelas plastik berisi sekam yang sudah kita siapkan. Nantinya, tanaman akan siap panen sekitar 20-40 hari setelah proses penyemaian.

Rutin memberi nutrisi pada tanaman melalui air

source: seringbaca.com

Ketika tanaman sudah dipindahkan ke media tanam, kita tetap harus rutin memberi air untuk tanaman. Namun, ada yang berbeda setelah tanaman tersebut berpindah tempat.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, kita harus mencampurkan zat nutrisi ke dalam air yang kita gunakan untuk proses pengairan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga tanaman agar tidak mati dan rusak karena tidak terpenuhi kebutuhannya.

Panen

source: pertanianku.com

Setiap jenis sayuran atau buah-buahan berbeda waktu panennya. Biasanya tanaman siap dipanen pada masa 20-40 hari untuk menghasilkan kualitas yang baik.

Setelah dirasa cukup, kita dapat memanen tanaman tersebut untuk dikonsumsi pribadi maupun untuk dijual. Lalu lakukan hal yang sama kembali dari langkah pertama apabila kita merasa puas dengan hasil yang didapat dari bercocok tanam hidroponik.

Ketahanan pangan mandiri yang diaplikasikan dengan bercocok tanam hidroponik menjadi sangat penting agar kita tidak terpengaruh dengan harga yang dimonopoli oleh pasar.

Terutama untuk kebutuhan primer kita yaitu makanan, kita dapat memanfaatkan hal tersebut dan memulai gaya hidup sehat dengan mengonsumsi bahan makanan yang segar dan sehat. Dengan segala kemudahan yang ditawarkan oleh sistem hidroponik, lalu apalagi yang menghalangi kita untuk memulai? Mari mencoba, selamat bercocok tanam!

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read