Opini, Lifestyle

Oversharing di Media Sosial: Invasi Privasi oleh Diri Pribadi

Written by Kriscahyani

Kemudahan menggunakan media sosial, membuat kita sering kali menerima dan membagikan informasi dari berbagai sumber. Selanjutnya kita menjadi begitu terbuka di dunia virtual.

Kita merasa nyaman membagikan apa saja bahkan mencurahkan isi hati di media sosial hingga akhirnya jadi kebiasaan. Fenomena ini disebut juga dengan oversharing.

Mengutip dari laman Halodoc.com, oversharing didefinisikan sebagai berbagi kehidupan pribadi di media sosial secara berlebihan baik itu untuk memamerkan aktivitas harian, atau sekadar iseng. Oversharing menjadi salah satu tanda kecanduan media sosial.

Tanpa kita sadari kebiasaan oversharing ini berpotensi menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. Dapat menyebabkan ruang privasi kita semakin sempit bahkan hilang. Oversharing juga membahayakan karena bisa memancing pelaku cyber crime memanfaatkan informasi pribadi kita.

Nah, untuk menghindari oversharing di media sosial, kamu dapat mencoba beberapa tips berikut

Memfilter konten

Ketika kamu mem-posting sesuatu di akun media sosialmu, maka audiens dapat mengomentarinya, baik itu komentar positif maupun negatif. Namun, tentu kamu tidak menginginkan komentar yang sifatnya negatif bukan? Oleh karena itu, usahakanlah untuk memfilter konten yang akan kamu bagikan.

Tentukan terlebih dahulu apakah konten yang akan kamu bagikan membawa dampak buruk. Jangan mem-posting apa pun yang mungkin merugikan atau memalukanmu. Perlu diperhatikan juga untuk tidak membagikan konten yang dapat merugikan dan memalukan orang lain.

Jangan mem-posting ketika merasa emosional

Kebanyakan individu melakukan hal-hal yang spontan ketika merasa marah atau emosional. Beberapa tokoh publik misalnya yang sering terlihat membagikan pengalamannya secara emosional  bahkan saling sindir-menyindir lewat media sosial.  

Alih-alih langsung mem-posting sesuatu, ambillah jeda, beri dirimu waktu untuk memproses perasaan. Kamu juga perlu menjernihkan pikiran sebelum memutuskan mem-posting keinginanmu tersebut.

Tentukan batasan audiens

Apa yang kita bagikan pada keluarga, sahabat atau orang yang sekadar kita ketahui namanya tentu akan berbeda. Akan tidak nyaman bila hal-hal yang sifatnya personal diketahui oleh orang asing.

Coba bayangkan apabila kamu curhat pada orang asing di media sosial? Kemungkinan besar akan membuat ia mempersepsi kamu secara buruk dan kamu dipandang sebagai orang yang suka curhat di media sosial.

Kamu butuh bercerita namun di sisi lain tentu tidak ingin dipersepsi buruk oleh orang-orang. Kalau begitu, tentukanlah batasan-batasan audiensmu. Sampaikan perasaanmu pada orang-orang yang kamu percayai. Cobalah membagikan hal yang sifatnya personal pada orang-orang yang masuk dalam lingkup significant other bagimu.

Matikan lokasi

Kita tidak pernah tahu kapan kejahatan menghampiri kita, termasuk penguntitan. Penguntitan terjadi karena adanya informasi mengenai keberadaan kita. Tentu kamu tidak ingin diikuti oleh orang yang tidak dikenal.

Jadi antisipasilah dengan mencoba  mematikan fitur lokasi yang berafiliasi dengan media sosialmu. Memang akan cukup susah mencoba tidak tergoda untuk memamerkan tempat-tempat tertentu.

Namun tetap kamu harus hati-hati, jangan sampai kamu sendiri yang membuka celah bagi orang-orang untuk mencelakaimu. Agar lebih aman, kamu bisa saja mencantumkan lokasi dari aktivitas yang akan kamu posting ketika sudah sampai rumah

Pengaturan akun

Langkah yang selanjutnya ialah dengan mengatur jenis akunmu di media sosial. Kalau kamu merasa risih karena adanya balasan yang masuk terhadap postingan-mu dari orang asing, atau adanya nama yang tidak dikenal ikut melihat foto-fotomu, maka lebih baik setel akunmu menjadi private account.

Ini akan membuat kamu lebih nyaman karena kamu dapat mengetahui dan memonitor sendiri siapa yang ikut mengonsumsi konten-kontenmu.

Tak ada salahnya berbagi di media sosial, namun berbagilah secukupnya. Jangan sampai kita mengumbar hal-hal yang seharusnya jadi privasi dan kita simpan sendiri.

Kamu juga tentu tidak mau dicap buruk karena oversharing kan? Nah, mulai sekarang bijak dan berhati-hatilah dalam menggunakan media sosial.

Mengenal “Bias Negatif dalam Berpikir”

  ·   2 min read