Phubbing, Fenomena yang Tidak Dapat Dianggap Sepele

Written by Adrianus Sukanto

Pernahkah kamu mendengar istilah phubbing? Jika kamu merasa asing dengan istilah tersebut, maka kamu tidak perlu heran. Pasalnya, istilah tersebut memang merupakan istilah baru yang digunakan oleh orang-orang. Phubbing merupakan sebuah istilah bagi orang yang lebih mementingkan gadget dibanding dengan lingkungan sekitarnya. Dalam artian lain, phubbing merupakan sebuah aktivitas di mana kamu lebih mementingkan gadget dan mengabaikan lawan bicaramu.

Setelah mengetahui definisi dari phubbing, apakah kamu merasa bahwa kamu sering melakukan phubbing? Untuk memastikannya, terdapat beberapa cara yang dapat kamu coba. Kamu dapat mengecek pola penggunaan gadget-mu. Jika kamu tidak dapat terlepas dari gadget, merasa khawatir jika melewatkan telepon, pesan dari seseorang, atau update status seseorang, maka kamu perlu mengatur pola penggunaan gadget-mu.

Latar Belakang Istilah Phubbing

Phubbing merupakan kependekan dari phone snubbing. Fenomena ini sejatinya sudah mulai menjamur sejak 2007 silam, bersamaan dengan berkembangnya ponsel pintar. Ponsel pintar yang semakin berkembang saat itu memicu munculnya masalah sosial baru, yaitu phubbing. Jika kita memerhatikan sekitar, banyak orang yang terhubung dengan gadget namun tidak terhubung dengan interaksi langsung. Banyak orang yang menyadari akan hadirnya fenomena ini, namun sayangnya tidak ada yang membicarakannya. Tidak sedikit orang merasa bahwa fenomena ini bukanlah masalah yang serius, sampai akhirnya McCann memperkenalkan istilah phubbing. Istilah ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 2012 silam. Sejak saat itu, banyak orang yang mulai menyadari bahwa fenomena ini bukanlah masalah sepele. Istilah tersebut sampai ramai diperbincangkan oleh media hingga menjadi istilah resmi yang terdaftar di kamus Macquarie. Bahkan, hampir seluruh belahan dunia mempertanyakan fenomena ini, seperti di Amerika Serikat, Brasil, Inggris, dan Asia Tenggara. Tidak sedikit peneliti yang mencoba untuk meneliti mengenai phubbing ini.

Hasil Penelitian

Seperti yang telah disampaikan, bahwa tidak sedikit penelitian yang mencoba untuk memahami dan menggali lebih dalam mengenai fenomena ini. Sebuah penelitian di jurnal Applied Social Psychologymengungkapkan, bahwa 9 dari 10 wanita di Amerika Serikat mengakui bahwa mereka menggunakan gadget untuk kegiatan sehari-hari mereka. Hasil tersebut menandakan bahwa phubbing sudah menjadi fenomena umum di Amerika Serikat.

Penelitian lain juga memberikan hasil yang kuat untuk membuktikan bahwa phubbing bukanlah fenomena sepele. Dr James Roberts dan dan Dr Meredith David dari Baylor University, Texas, mencoba untuk meneliti tingginya perilaku phubbing. Hasil yang didapat adalah sebanyak 70% dari 145 orang telah melakukan phubbing. Terlebih, mereka mengakui bahwa mereka tidak dapat terlepas dari gadget mereka. Selain itu, terdapat 46% dari 450 orang yang mengaku bahwa mereka merupakan korban phubbing dari pasangannya sendiri. Statistik ini membuktikan bahwa phubbing seringkali terjadi di dalam hubungan percintaan atau hubungan persahabatan.

Phubbing Dilakukan Secara Sadar

Terlepas dari tingginya perilaku phubbing, hal tersebut ternyata tidak sepenuhnya dilakukan secara tidak sadar. Bagi beberapa orang, mereka mengaku bahwa sengaja melakukan phubbing untuk menghindari orang lain atau situasi tertentu. Di dalam hubungan percintaan, mereka mengakui bahwa mereka sengaja melakukan hal tersebut karena sedang bosan atau memiliki keinginan untuk mencari pasangan baru.

Dampak yang Ditimbulkan

Fenomena phubbing pada dasarnya menimbulkan berbagai dampak bagi diri sendiri dan orang lain, terutama dalam hubungan sosial. Terdapat beberapa dampak yang perlu dipahami oleh kita, terutama jika kita terlalu sering melakukan phubbing. Beberapa dampak tersebut antara lain kita akan terputus dengan dunia nyata, dapat menyinggung perasaan orang lain karena kita mengacuhkan mereka, bahkan menyebabkan kehancuran dalam hubungan percintaan atau persahabatan.

Gadget pada dasarnya memang memberikan kita banyak manfaat, salah satunya memudahkan kita dalam berkomunikasi. Namun, kita tetap perlu membatasi penggunaan gadget yang berlebihan. Maka dari itu, kita perlu bijak dalam menggunakan gadget. Ada baiknya kita menggunakan gadgetjika kita hanya membutuhkannya saja. Jika kita tidak bijak dalam menggunakan gadget, maka risiko terbesar yang berdampak kepada kita adalah kehilangan orang yang kita sayangi.

Referensi

Harty, I. (2018, Mei 29). Phubbing, Istilah untuk   Orang yang Lebih Fokuskan Gawai daripada Sekitar. Retrieved from   mediaindonesia.com:   https://mediaindonesia.com/read/detail/163474-phubbing-istilah-untuk-orang-yang-lebih-fokuskan-gawai-daripada-sekitar

Islami, N. (2019, Januari 23). 5   Ancaman Phubbing yang Merusak Kualitas Hubunganmu dengan Orang Lain.   Retrieved from idntimes.com:   https://www.idntimes.com/life/relationship/nurfi/5-ancaman-phubbing-yang-merusak-kualitas-hubunganmu-dengan-orang-lain-c1c2/5

Thaeras, F. (2017, Juli 14). 'Phubbing',   Fenomena Sosial yang Merusak Hubungan. Retrieved from cnnindonesia.com:   https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170714134144-277-227920/phubbing-fenomena-sosial-yang-merusak-hubungan

Wismabrata, M. H. (2018, Juli 9). Mengenal   "Phubbing" dan Efeknya Bagi Kehidupan Sosial. Retrieved from   kompas.com:   https://sains.kompas.com/read/2018/07/09/183400523/mengenal-phubbing-dan-efeknya-bagi-kehidupan-sosial?page=all