Lifestyle

Shopaholic? Berikut 9 Solusi Menghindari Kecanduan Belanja

Written by Faqihah Muharroroh Itsnaini

Hampir sebagian besar orang menunggu ketika waktu gajian tiba. Ada orang yang segera menabung uangnya, membagi-bagi uang untuk beberapa keperluan, menaruh uang di deposit, membayar cicilan, dan ada juga yang langsung membelanjakan uang itu.

Kamu tipe orang yang mana sih?

Jika kamu tipikal orang yang senang membelanjakan uang dan membeli barang, sebenarnya tidak masalah. Asal, kamu harus tau batasan dan tetap tidak berlebihan. Batasan yang seperti apa? Tentu yang tahu kemampuan setiap orang adalah diri mereka masing-masing.

Idealnya, kamu tetap bisa menabung atau menyisihkan uang untuk simpanan ataupun keadaan darurat. Meski kebutuhan sehari-hari juga tidak boleh dilupakan. Untuk kamu yang masih sering merasa boros saat mengeluarkan uang, coba pikir-pikir lagi, apakah hal yang kamu lakukan itu sudah benar?

Kebiasaan gila belanja yang sering disebut shopaholic memang awalnya terasa menyenangkan, tapi pada akhirnya akan membuatmu menderita. Mungkin sebagian besar orang sudah menyadari buruknya perilaku shopaholic atau Oniomania, namun masih bingung cara untuk mengatasinya.

Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk mengurangi kebiasaan shopaholic?

Jauhi Hal-Hal yang Mendorong untuk Belanja

Photo by Brooke Lark on Unsplash

Pertama, usahakan untuk menjauh dari paparan yang dapat mempengaruhimu untuk belanja. Contohnya, kurangi melihat-lihat website jual-beli online, jauhi media sosial atau katalog online shop, atau hindari berjalan-jalan ke mall saat tidak perlu. Dengan mengurangi akses melihat benda-benda menarik, kemungkinan besar kamu akan lebih bisa mengontrol diri.

Selalu Membuat Daftar Belanja

Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

Ingat, ini harus dilakukan secara rutin. Jika kamu adalah seorang impulsif dalam belanja, pastikan untuk selalu menulis daftar barang yang akan dibeli. Saat menulis daftar, pikirkan juga prioritas barang, apakah memang berguna atau tidak. Kemudian, patuhi daftar dengan hanya membeli barang yang sudah ditulis.

Hindari Penggunaan Kartu

Photo by Clay Banks on Unsplash

Selanjutnya, biasakan untuk tidak membawa kartu kredit maupun debit saat bertransaksi. Memang mereka terasa memudahkan, namun risikonya juga tinggi. Kartu debit yang tidak terlihat nominalnya, akan membuat kamu terlena karena menganggap jumlah uang di tabungan masih cukup. Sementara, kartu kredit membuat ilusi bahwa kamu bisa membeli apapun tanpa perlu membayar lunas lebih dahulu.

Namun hati-hati, penggunaan berlebihan dan tanpa bertanggung jawab akan membuatmu dibebani dengan tagihan yang banyak. Bila tak kunjung kamu bayar atau sudahi, bisa-bisa pengeluaran di akhir bulan membengkak dan kamu jadi kaget sendiri.

Bawa Uang Tunai Seperlunya

Photo by Hans Ripa on Unsplash

Sebagai pengganti dari kartu kredit dan debit, kamu bisa membawa uang tunai sesuai keperluan. Coba buat perkiraan dari harga barang-barang yang akan dibeli, kemudian bawalah uang yang pas. Dengan membawa uang tunai secukupnya, kamu bisa mengontrol keinginan belanja yang mendadak muncul.

Catat Pengeluaran

Photo by Mika Baumeister on Unsplash

Setiap selesai berbelanja, biasakan untuk selalu mencatat keuanganmu. Mulai dari hal terkecil seperti membeli makanan, sampai hal besar seperti membeli alat elektronik baru. Dengan mencatat pengeluaran dan merekapnya setiap bulan, kamu akan memiliki gambaran pemasukan dan pengeluaran. Selain itu, kamu bisa merefleksi anggaran yang kamu keluarkan setiap bulan dan mencari cara agar lebih hemat.

Jangan Belanja Saat Bad Mood

Kebiasaan shopaholic atau Oniomania memang sering kali berangkat dari pelampiasan emosi negatif. Saat kamu menyadari kebiasaan ini, berusahalah untuk tidak belanja impulsif ketika sedang stres, sedih, atau tertekan. Sadari bahwa kalap belanja bukan cara yang tepat untuk mengatasinya.

Alihkan dengan Kegiatan Lain

Photo by Daria Tumanova on Unsplash

Untuk menghilangkan keinginan belanja, kamu bisa mencari kegiatan lain yang juga menyenangkan. Coba lakukan hobimu atau aktivitas kreatif lainnya, seperti bersepeda, menulis jurnal, menggambar, dan lain-lain. Intinya, juga untuk membuat dirimu sibuk dan kehilangan waktu untuk berbelanja.

Ajak Teman Saat Belanja

Photo by Marie-Michèle Bouchard on Unsplash

Jika susah melakukan kebiasaan tadi sendirian, kamu bisa mengajak temanmu yang bijak dan hemat ketika berbelanja. Jangan ajak teman yang suka belanja juga ya, nanti malah lebih besar godaannya, Dengan mengajak teman yang hemat, kamu bisa diingatkan untuk tetap berada di jalur. Selain itu, kamu cenderung mengurangi kebiasaan belanja berlebihan saat ada teman yang menemani.

Temui Ahli Terapi

Photo by Marie-Michèle Bouchard on Unsplash

Opsi terakhir jika kamu masih belum bisa meninggalkan kebiasaan kecanduan belanja, kamu bisa minta bimbingan orang lain. Tidak ada salahnya pergi mencari bantuan ahli terapi atau profesional khusus jika kamu masih sangat susah memperbaiki diri. Dengan menemui ahli, kamu bisa mendapat saran dan langkah-langkah yang lebih efektif.

Nah, itu adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan jika mau mengurangi gejala shopaholic atau Oniomania. Jangan lupa diterapkan dan semoga membantu!

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read