covid-19, Opini

Siapkah Indonesia Menghadapi New Normal?

Written by Regina Gistansya

Berbagai upaya dan kebijakan diterapkan oleh pemerintah guna menekan angka kasus virus Corona  yang kian meningkat secara signifikan. Isolasi mandiri dirumah, social distancing, physical distancing, karantina wilayah hingga PSBB diberlakukan untuk mengatasi penyebaran dari virus Corona.

Setelah sekitar tiga bulan lamanya masyarakat Indonesia  menjalankan segala kebijakan. Badan kesehatan dunia (WHO) memperingatkan bahwa kemungkinan virus Corona jenis baru ini tidak akan pernah hilang dan seluruh populasi di dunia harus bisa hidup berdampingan dengan virus Corona.

Hal tersebut kemudian membuat Presiden Republik  Indonesia ikut mengungkapkan bahwa masyarakat indonesia harus siap hidup berdampingan dengan virus Corona. Ini artinya sektor-sektor yang tadinya ditutup akibat virus Corona akan di buka kembali secara perlahan. Seperti sekolah, mall, pasar, fasilitas umum dan lainnya, kondisi tersebut  dikenal dengan sebutan “New normal”.

New normal diartikan sebagai tatanan gaya hidup baru, masyarakat menjalankan segala aktivitasnya dengan normal namun tetap didampingi dengan protokol kesehatan. Namun, apakah indonesia siap menghadapi New Normal dalam keadaan kasus Corona semakin meningkat setiap harinya?

Kurva Epidemi Indonesia Sedang Meningkat

Sebelum diberlakukannya New Normal, kondisi kurva epidemi Indonesia sedang meningkat, dimana pasien yang terjangkit virus Corona semakin bertambah banyak setiap harinya. Sementara itu, membandingkan dengan negara lainnya, sebelum menerapkan New Normal, negara mereka sudah berhasil meredam kasus Corona terlebih dahulu.

Di lansir dari liputan6.com 5 Negara yang menjalankan New Normal diantaranya adalah Malaysia, Selandia Baru, Vietnam, Prancis dan Jepang. Negara – negara tersebut menjalankan New Normal ketika sudah berbulan – bulan lamanya melakukan lockdown dan berhasil menekan kurva epidemi menjadi landai bahkan menekan angka kasus Corona menjadi nol penularan.

Sedangkan, Indonesia sendiri tidak melakukan lockdown, hanya melakukan karantina wilayah di beberapa daerah dan kebijakan lainnya. Itupun banyak ditemukan masyarakat yang melanggar bahkan tak melaksanan kebijakan tersebut. Dengan keadaan seperti ini, maka tentu sebenarnya sangat riskan bagi masyarakat Indonesia untuk melakukan New Normal, dikhawatirkan angka kasus corona akan semakin meningkat.

Perilaku Masyarakat yang Sulit Menerapkan Protokol Kesehatan

Protokol kesehatan merupakan upaya untuk mecegah penyebaran virus Corona, seperti menggunakan masker ketika terpaksa harus keluar rumah, membawa peralatan makan sendiri, peralatan ibadah sendiri, menjaga jarak di tempat umum, menjaga jarak di kendaraan pribadi, membawa helm sendiri bagi penggunakan ojek online dan pangkalan, menggunakan face shield, dan mencuci tangan serta upaya menjaga kebersihan lainnya.

Pada kenyataanya protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah dengan mengikuti standar WHO tersebut membuat masyarakat merasa malas untuk mematuhi protokol kesehatan tersebut.

Contoh kecilnya, kita masih sering menemukan orang-orang yang pergi keluar rumah tidak menggunakan masker bahkan ada beberapa yang tetap berkumpul tanpa menjaga jarak. Indonesia menerapkan New Normal ketika penyebaran kasus virus Corona sedang meningkat.

Sebelum diberlakukannya New Normal, dimana segala kebijakan dijalankan, masyarakat dilarang keluar rumah jika tidak memiliki kepentingan, bekerja dan bersekolah dari rumah, dan beberapa sektor transportasi umum ditutup namun dalam keadaan seperti itu saja angka kasus virus corona terus meningkat.

Bisa dibayangkan jika segalanya berjalan normal kembali namun virus  Corona di Indonesia masih tersebar dimana – mana? Pastinya akan semakin banyak yang terdampak virus corona.

Fasilitas Kesehatan yang Tidak Memadai

Fasilitas kesehatan di Indonesia belum cukup memadai, masih banyak tenaga kesehatan yang kekurangan alat pelindung diri (APD). Masih banyak pula rumah sakit yang tidak memiliki fasilitas dan peralatan dalam menangani pasien terjangkit virus Corona.

Banyak kasus kematian akibat virus Corona pada Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien DalamPengawasan (PDP). Mereka meninggal ketika belum sempat melakukan rapid test yang entah dikarenakan tidak memiliki biaya atau karena tidak adanya fasilitas rapid test di daerah tersebut.

Korea Selatan merupakan salah satu negara yang menjalankan New Normal. Ketika masa pandemi, Korea merupakan negara yang berhasil dalam mengatasi virus Corona. Akan tetapi setelah memberlakukan New Normal, kasus virus Corona malah meningkat.

Dikabarkan bahwa cluster baru virus Corona tersebut berasal dari sebuah kelab dan  bar yang sudah dibuka. Pemerintah Korea kemudian secara cepat bertindak dengan menutup kembali segala fasilitas umum yang sudah dibuka dan melakukan rapid test kepada 80 ribu orang yang berada di wilayah tersebut.

Jika kemungkin terburuknya, indonesia gagal menjalankan new normal, apakah indonesia akan siap melakukan pelacakan? Membelarkukan rapid test dan isolasi mandiri semasif negara Korea Selatan? Sebelum melakukan New Normal saja banyak masyarakat yang belum pernah melakukan rapid test.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sebenarnya Indonesia masih belum siap menjalankan New Normal dalam keadaan seperti ini. Meskipun begitu pemerintah Indonesia tetap berencana menjalankan New normal.

Jika nantinya kebijakan sudah mulai djlankan, maka mau tidak mau kamu harus tetap menjalankan aktivitas normal dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jika tidak ada kepentingan apapun lebih baik diam di rumah saja ya, hindari kumpul-kumpul yang tidak terlalu penting.

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read

Tren Bersepeda Kembali Marak Saat Pandemi

  ·   2 min read

7 Tips Menjaga Pikiran Tetap Sehat Saat Pandemi

  ·   3 min read