Produktivitas

Strategi Efektif Berhenti Jadi 'Yes Man'

Written by Faqihah Muharroroh Itsnaini

Terlalu sering mengiyakan permintaan orang lain sampai membuatmu terbebani?

Itu tandanya, mungkin kamu sudah dapat disebut sebagai Yes Man. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Yes Man adalah sebutan bagi seseorang yang sulit menolak segala hal sampai ia merasa kesusahan sendiri.

Padahal, sebagai seorang manusia yang merdeka, kamu berhak mengatakan “tidak” saat orang lain meminta sesuatu yang tidak pas atau tidak dapat kamu penuhi. Mungkin, perasaan takut dihakimi, dikritik, atau tidak disukai menjadi alasan-alasan kamu berusaha memenuhi keinginan setiap orang. Mungkin juga, kamu takut dianggap sebagai orang egois saat lebih memprioritaskan diri sendiri.

Untuk mengatasinya, kamu harus menanamkan perasaan ini di dalam hati. Yakinkan dirimu bahwa mengatakan “Tidak” pada orang lain bukan berarti kamu jahat, kasar, atau seenaknya sendiri.

Berani mengatakan “Tidak” saat kamu punya prioritas yang lebih utama, atau karena permintaan orang lain yang tidak terlalu penting untuk dipenuhi, bukan merupakan hal yang salah. Jangan sampai kamu menyiksa diri sendiri dengan berusaha memenuhi ekspektasi semua orang.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mulai berkata “Tidak”? Simak beberapa langkah efektifnya di bawah ini.

Berpikir Sebelum Menjawab

Photo by Roman Bilik on Unsplash

Pertama, biasakan untuk tidak langsung mengiyakan apapun yang orang lain minta. Saat orang lain memberikan penawaran atau membutuhkan bantuan, pikirkan matang-matang. Lihat kondisi dan kemampuanmu saat itu, apakah benar-benar sanggup atau tidak? Pikirkan juga, apakah kamu memiliki cukup waktu untuk mengerjakannya? Atau apakah hal itu tidak mengganggu jadwalmu?

Pahami Perasaanmu

Kamu harus lebih memahami dirimu sendiri. Saat mendengar orang lain meminta bantuan atau menawarkan sesuatu, bagaimana reaksimu mendengarnya?

Apakah kamu merasa senang hati atau malah langsung berpikiran negatif? Apakah kamu langsung ingin membantu atau masih ragu-ragu dan tidak sanggup? Cobalah untuk lebih mengenali perasaanmu sendiri.

Cek Jadwal Kegiatan

Photo by QuickOrder on Unsplash

Sebelum langsung mengiyakan atau menolak permintaan orang lain, coba cek lagi jadwal kegiatanmu. Jika kamu sudah ada janji atau catatan untuk mengerjakan sesuatu yang lebih urgent, ikhlaskan dirimu untuk membuat penolakan.

Cobalah untuk lebih fokus dan disiplin pada sesuatu yang kamu inginkan atau kewajiban yang harus kamu penuhi. Jangan sampai meninggalkan kewajibanmu demi menyenangkan orang lain.

Sampaikan dengan Jujur

Jika kamu sudah memastikan bahwa kamu tidak sanggup menerima tawaran orang lain, cobalah untuk berani berkata “Tidak”. Ucapkanlah dengan tegas dan tidak perlu bertele-tele. Sampaikan alasan kenapa kamu tidak bisa menerima dengan jujur, tanpa dibuat-buat atau berlebih-lebihan. Dengan menyampaikan alasan yang jujur dan meyakinkan, orang lain akan lebih menghargaimu.

Tolak dengan Sopan

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Selain jujur, kamu juga harus memastikan bahwa penolakanmu disampaikan dengan gaya bahasa dan tutur kata yang sopan. Tentu saja, hal ini kamu lakukan untuk menjaga perasaan orang lain dan membuatmu lebih nyaman. Contohnya, kamu bisa mengatakan:

“Maaf, saat ini aku belum bisa bantu. Terima kasih untuk tawarannya, mungkin lain kali”

Ya, kamu juga perlu menunjukkan apresiasi dengan berkata “Terima kasih” pada orang yang menawarkan sesuatu atau meminta bantuan. Kamu harus tetap menjaga citra baik agar bisa dipercaya orang lain.

Kenali Orang Lain

Sebelum melihat tawaran orang lain, kenali pasti siapa orang itu. Ketahui dampak yang akan muncul bila kamu menolak atau menerimanya. Pahami dengan baik bagaimana hubunganmu dengannya.

Misalnya, dengan kenalan yang tidak terlalu dekat, namun sudah terlalu sering meminta bantuanmu padahal hal itu bisa diselesaikan sendiri, mungkin kamu harus membuat batasan. Ketahui motivasi orang lain meminta bantuanmu dan bagaimana reaksimu akan berpengaruh dalam hubungan kalian.

Tetap Teguh

Photo by Jonas Kakaroto on Unsplash

Nah, terakhir nih. Jika setelah kamu menolak permintaan orang lain, kamu merasakan perasaan bersalah, cobalah untuk tetap teguh pendirian. Kuatkan hati dan pikiranmu untuk berhenti menyalahkan diri sendiri.

Selain itu, bila orang lain ini terus mengejar-ngejar atau memaksamu, kamu bisa tetap berkata “Tidak” dengan tegas. Bila benar-benar tidak bisa, sampaikan dengan jujur dan jangan plin-plan. Orang itu pasti mengerti bila kamu teguh dengan ucapanmu.

Ingat, kamu tidak bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain. Jika mereka merasa kecewa atau kesal denganmu, itu adalah masalah mereka. Namun selalu tanamkan bahwa menolak harus dilakukan dengan sopan dan sikap yang baik.

“Saying ‘No’ does not always show a lack of generosity and that saying ‘Yes’ is not always a virtue” - Paulo Coelho