News, Lifestyle

8 Tips Menjaga Kesehatan Mental Saat #diRumahAja

Written by Faqihah Muharroroh Itsnaini

Apakah kamu merasa bosan karena terlalu lama berada di rumah? Atau cemas dan khawatir dengan situasi saat ini?

Emosi dan kondisi yang kamu rasakan adalah hal yang wajar. Stres atau cemas dengan penyebaran virus Corona, serta adanya himbauan untuk physical distancing dan tinggal di rumah memang berkemungkinan untuk memengaruhi kesehatan seseorang.

Selain merasa interaksi dengan orang lain sedikit berkurang, kamu mungkin merasakan bosan dan frustasi saat tidak bisa berkegiatan dengan aktif. Atau frekuensi informasi dan berita mengenai virus Corona yang sangat massif membuatmu panik atau stres?

Tidak apa-apa jika kamu sesekali mengalaminya. Namun usahakan untuk tidak berlarut-larut dalam emosi negatif, karena kondisi mental juga akan memengaruhi kesehatan fisik, lho. Ketika psikologismu sedang kurang sehat, perubahan perilaku akan muncul, seperti pola tidur dan makan yang menjadi tidak teratur.

Maka, sangat penting untuk menjaga kesehatan mental selama masa self quarantine di rumah. Lalu, bagaimana sih cara yang tepat?

Selektif dan Batasi Konsumsi Informasi

Photo by Pinho . on Unsplash

Pertama, ketahui hal yang bisa membuatmu cemas. Biasanya, hal ini disebabkan karena ada terlalu banyak informasi atau berita yang kamu konsumsi mengenai kondisi terkini. Usahakan untuk selalu selektif dalam menerima informasi, lakukanlah pengecekan ulang di media lainnya untuk memastikan kevalidan sumber.

Lalu, meskipun berita-berita yang kamu dapat berasal dari sumber terpercaya seperti WHO, Kemenkes, atau media massa kredibel, cobalah untuk membatasi pencarian informasi hanya sekali atau dua kali saja dalam sehari. Tidak perlu sengaja mencari-cari informasi di media, karena terlalu banyak paparan akan membuatmu lebih rentan merasa khawatir dan stres.

Kurangi Media Sosial

Photo by dole777 on Unsplash

Tak hanya melalui media kredibel, kamu juga sangat mudah mendapatkan informasi dari media sosial. Sebenarnya, tak masalah jika media sosial digunakan untuk hal positif seperti melepas rindu dengan teman melalui video call. Namun, media sosial sering kali digunakan untuk menyebar kebencian maupun berita hoaks mengenai kondisi saat ini.

Jika tidak hati-hati, kamu akan mudah terprovokasi dengan banyaknya informasi yang beredar melalui media sosial. Untuk mengatasinya, kamu bisa mematikan notifikasi grup atau media sosialmu ketika dirasa tidak begitu penting.

Kurangi juga frekuensi membuka media sosial karena dengan cara inilah kamu dapat terhindar dari paparan informasi negatif. Lalu, pastikan untuk mengecek kebenaran setiap informasi yang kamu dapatkan terutama dari media sosial, karena siapapun bisa menciptakannya.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Photo by Jasmin Sessler on Unsplash

Salah satu cara untuk menjaga mentalmu adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Dengan berperilaku sehat dan bersih, tubuhmu akan tetap bugar dan kuat. Biasanya, gangguan emosi lebih mudah dirasakan saat kamu sedang lelah atau tidak sehat secara fisik.

Pastikan untuk minum air putih yang cukup, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, aktif berolahraga, tidur cukup, cuci tangan dengan tepat, dan terapkan physical distancing. Jangan lupa untuk membersihkan tubuh dan lingkungan sesering mungkin untuk menghindari virus dan bakteri yang menetap.

Rawat dan Manjakan Diri

Photo by Chris Knight on Unsplash

Untuk membuat suasana hati bahagia, kamu bisa memanjakan dirimu dengan merawatnya. Bayangkan seolah-olah dirimu sedang ada di salon dan kamu sedang mendapatkan perawatan bintang lima, pasti menyenangkan.

Apalagi, jarang-jarang kamu mendapat kesempatan dan waktu luang untuk mempercantik diri, bukan? Kamu bisa me-rileks-kan pikiran dengan memakai masker, luluran, atau body treatment lainnya.

Cari Kesibukan

Photo by Christin Hume on Unsplash

Salah satu penyebab terlalu banyak mendapat paparan informasi adalah karena kamu memiliki terlalu banyak waktu luang. Ya, tidak memiliki kesibukan apapun membuatmu tergoda untuk membuka handphone, menemukan banyak informasi, lalu menjadi cemas dan panik. Mungkin tinggal di rumah akan sedikit membatasi gerakmu, tapi bukan berarti kamu tidak bisa melakukan apa-apa.

Carilah kegiatan dan buat dirimu tetap sibuk, apapun bentuknya. Tentu melakukan hal positif yang bisa menyenangkanmu akan berdampak lebih baik. Kamu bisa memasak, mendekorasi kamar, menonton film, belajar menari, dan masih banyak lagi alternatif lainnya.

Baca juga: kegiatan produktif yang bisa kamu lakukan saat self isolation di rumah

Berpikir Positif

Photo by Laurenz Kleinheider on Unsplash

Jangan pernah menganggap hal ini remeh, ya. Berpikir positif di tengah kondisi ini menjadi kekuatan tersendiri. Tentunya menjalani hari-hari dengan pikiran negatif juga tidak akan menyelesaikan masalah, kan?

Berusalah untuk berhenti mengeluh,dan coba lihat sisi positif yang bisa kamu dapatkan selama di rumah. Kamu juga bisa fokus pada hal-hal baik dan menyenangkan dari sekitarmu. Misalnya, kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga, waktu untuk belajar hal baru, peluang untuk istirahat atau menamatkan buku bacaan yang selama ini tidak bisa dilakukan, dan masih banyak lagi.

Lalu, usahakan untuk mengambil sisi positif dari pemberitaan media. Jangan biarkan informasi negatif mengganggu pikiranmu. Tetap tenang, santai, dan dinginkan pikiran. Tak lupa, tanamkan mindset positif dan yakinkan diri bahwa kondisi ini akan segera berlalu.

Quality Time dengan Orang Terdekat

Photo by Becca Tapert on Unsplash

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dan sentuhan dengan orang lain. Meski diminta untuk tetap di rumah, kamu tetap bisa berhubungan dengan baik dengan siapapun. Pastikan untuk tetap menjalin komunikasi dan meluangkan waktu berkualitas bersama dengan orang yang kamu sayangi.

Bila ada di rumah dengan keluarga, kamu bisa menghabiskan waktu menyenangkan misalnya dengan menonton tv sambil berdiskusi atau memasak bersama. Jika jarak jauh, kamu bisa chatting, call, atau video call untuk melepas rasa rindu dengan sahabat atau pasangan. Dengan menjaga hubungan bersama orang-orang tersayang, rasa takut, panik, ataupun kesepian akan mudah diatasi.

Perbanyak Doa

Photo by Amaury Gutierrez on Unsplash

Last but not least, kamu bisa meningkatkan kesehatan pikiran dan mental dengan cara meningkatkan hubungan dengan tuhan melalui ibadah. Menceritakan keluh-kesah dalam doa akan membuatmu merasa tenang dan yakin dengan pertolongan Tuhan. Maka, usahakan untuk memperbanyak ibadah dan mendoakan kondisi ini agar segera kembali sediakala.

Ingat, gerakan #dirumahaja bukan berarti menghalangimu dari dunia luar. Sadari bahwa ada banyak cara positif yang bisa kamu lakukan untuk terus menjaga kesehatan fisik dan mentalmu. Yuk semangat, pasti kamu bisa!

8 Langkah Mudah agar Aman Saat Berbelanja

  ·   4 min read