Lifestyle, covid-19

Tren Bersepeda Kembali Marak Saat Pandemi

Written by Chairul Rachman Ramadhan

Diberlakukannya kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di berbagai wilayah di Indonesia pada akhirnya mempersempit ruang gerak masyarakat untuk dapat berpergian. Kebijakan PSBB sendiri sudah dilonggarkan karena angka kasus Covid-19 sudah dapat ditekan. Setelah sekian lama masyarakat diharuskan untuk menahan diri agar tidak berpergian, akhirnya mereka dapat merasakan udara segar di luar rumah lagi.

Saat pelonggaran PSBB, terjadi fenomena baru di masyarakat yaitu kembali digemarinya olahraga sepeda. Jalan-jalan pun menjadi lebih ramai dengan pesepeda baik dalam kelompok kecil maupun besar. Tujuannya biasanya bersepeda ke kedai kopi, trek offroad, atau sekedar nongkrong di jalan-jalan yang ditutup untuk kendaraan bermotor.

Baik laki-laki maupun perempuan, kalangan tua dan muda turun ke jalanan untuk bersepeda. Fenomena ini turut memebrikan dampak pada pengusaha bengkel dan toko sepeda. Mereka menyebutkan bahwa pendapatannya naik hingga 3 kali lipat setelah tren bersepeda kembali marak.

Bersumber dari salah seorang pemilik bengkel sepeda di kawasan jalan Naripan Bandung. Disebutkan bahwa banyak yang mencari onderdil sepeda dan kadang mencari sepeda bekas. Kebanyakan pelanggan seperti itu merakit atau men-service sepeda lama mereka.

Wajar saja kegiatan bersepeda kembali marak, ini dikarenakan jalanan yang lebih lenggang dan udara lebih segar setelah ada imbauan untuk bekerja dari rumah. Dengan berkurangnya mobilitas masyarakat, tentunya mengurangi polusi di perkotaan sekalipun.

Selain itu, peran media sosial cukup penting dalam maraknya tren bersepeda ini. Namun, tentunya ini menjadi masalah baru apabila pesepeda tidak mengindahkan protokol kesehatan. Padahal pada masa ini kita sedang melawan penyebaran virus harus menjaga jarak dari orang lain.

Lalu bagaimanakah seharusnya bersepeda dengan baik di tengah pandemi? berikut beberapa tips yang dapat kamu terapkan jika ingin bersepeda dengan tetap menjaga protokol kesehatan

Bersepeda dalam kelompok kecil

Bersepeda tentunya akan lebih menyenangkan saat kita bersama dengan teman-teman. Namun di tengah pandemi, kita diharuskan untuk tidak berada dalam kerumunan orang.

Baiknya kita bersepeda hanya dengan rombongan kecil antara 2-5 orang. Usahakan pula untuk bersepeda dengan orang yang setidaknya kita kenal sehingga dia akan memaklumi jika kita tdiak banyak berinteraksi.

Menggunakan posisi zigzag

Saat ini, banyak pesepeda yang bergerombol dan tidak berada pada jalur seharusnya yang pada akhirnya memakan setengah dari ruang jalan. Hal tersebut tentunya cukup menggangu bagi pengguna jalan lain. Bagaimana seharusnya posisi bersepeda yang baik saat berkelompok?

Untuk menghindari penyebaran droplets dari pesepeda di depan kita, idealnya kita menggunakan posisi zig-zag dengan pesepeda di depan serta menjaga jarak sekitar 1-2 meter. Formasi ini dianggap cukup aman dan tidak mengganggu pengguna jalan yang lain.

Tidak beristirahat di tengah kerumunan

Terkadang saat kita beristirahat, kita terlena dengan obrolan-obrolan atau keasyikan nongkrong. Hal tersebut sebenarnya wajar-wajar saja apalagi ketika sudah lama tidak merasakan obrolan dengan orang lain.

Tapi disaat seperti ini, kita harus selalu ingat untuk memutus rantai penyebaran virus. Usahakan tidak beristirahat di tempat orang-orang berkerumun ya!

Tetap gunakan masker dan hand sanitizer

Ketika bersepeda dan berpergian ke luar ruangan, tentunya memakai masker merupakan suatu keharusan. Agar tidak terlalu pengap saat bersepeda, gunakan masker kain yang lapisannya berbahan lembut sehingga kita tetap nyaman untuk bernafas.

Saat kita memutuskan beristirahat di suatu tempat, jangan lupa untuk gunakan hand sanitizer agar tidak ada virus yang menempel pada tangan dan berpotensi mengenai hidung atau mulut.

Bersepeda memang amat bermanfaat bagi tubuh kita dan menyenangkan, tetapi kita harus tetap memperhatikan protokol-protokol yang telah ditentukan untuk mencegah penyebaran virus. Jangan sampai karena bersepeda kita jadi terpapar oleh Covid-19. Tetap jaga kebugaran tubuh dengan berolahraga, ya!

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read