Lifestyle, Opini

Video Sindrom TikTok: Sarkasme untuk Anak Muda

Written by Adrianus Sukanto

TikTok merupakan salah satu platform media sosial yang sedang ramai digunakan oleh anak muda. Tak hanya di Indonesia, aplikasi tersebut juga ramai digunakan oleh pengguna media sosial seantero dunia. Bahkan, banyak pakar sosial media yang menyebutkan bahwa TikTok akan menjadi The Next Big Thing.

The Next Big Thing merupakan istilah yang identik dengan suatu tren di masa depan. Ini artinya, TikTok mungkin akan menjadi sebuah tren baru di masa depan.

Secara singkat, TikTok adalah aplikasi yang menyajikan video pendek dengan adanya iringan musik di dalam video tersebut. Adanya iringan musik tersebut membuat para content creator maupun pemula berlomba-lomba untuk mencoba membuat video tarian atau guyonan.

Menariknya, banyak karya mereka yang akhirnya viral di sosial media, sehingga menjadikan TikTok semakin dikenal oleh pengguna sosial media. Namun, akhir-akhir ini TikTok menjadi bahan pembicaraan dikarenakan membuat resah para pengguna media sosial. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sejak beberapa hari yang lalu, media sosial diramaikan dengan sebuah video seorang remaja berumur 18 tahun yang bernama Kesar. Video tersebut berisikan pengakuan Kesar yang terkena sindrom TikTok karena terlalu sering menggunakan aplikasi TikTok.

Dalam video tersebut, terdapat beberapa cuplikan di mana Kesar terus melakukan gerakan reflek tanpa adanya iringan musik. Bahkan, Kesar mengakui bahwa ia harus meminum obat-obatan agar keadaannya membaik.

Setelah diteliti, ternyata video tersebut merupakan video parodi yang dibuat oleh Kesar. Kesar juga sudah menyampaikan disclaimer melalui caption saat mengunggah video tersebut. Hal tersebut sudah dikonfirmasi oleh Kominfo melalui laman resmi mereka (kominfo.go.id) bahwa video tersebut masuk pada kategori disinformasi.

Di sisi lain, muncul beberapa pertanyaan yang perlu dijawab. Mengapa Kesar mengunggah video tersebut? Selain itu, jika video tersebut merupakan video parodi, mengapa video tersebut dapat meresahkan pengguna TikTok?

Bentuk Sindiran kepada Pecandu TikTok

Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa pengguna TikTok terus bertambah seiring berjalannya waktu. Hal ini membuat konten video dari Tiktok bertebaran bahkan dapat ditemukan pula pada media sosial lainnya.

Video yang diunggah oleh Kesar merupakan konten sarkasme atau sindiran kepada pengguna TikTok. Hal ini dilakukan oleh Kesar karena ia jengah melihat banyak anak muda yang sudah kecanduan dalam menggunakan TikTok.

Adanya kecanduan TikTok menyebabkan anak muda tidak dapat menyaring konten yang sesuai dengan usia mereka. Banyak konten berbentuk challenge atau tantangan yang tidak cocok dilakukan oleh anak muda namun pada kenyataanya tetap mereka lakukan tanpa memerhatikan risiko yang ada.

Seorang psikolog, Hersa Aranti mengemukakan bahwa sebaiknya orang tua tetap mengawasi anak-anak mereka dalam menggunakan media sosial, terutama TikTok. Adapun salah satu bentuk pengawasan yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah membatasi penggunaan TikTok pada anak mereka.

Sindrom TikTok Sama Dengan Sindrom Tourette?

Sejak video tersebut tersebar, tidak sedikit pengguna TikTok yang mengaku bahwa sindrom TikTok sendiri benar adanya. Beberapa orang pun mencoba mengaitkan sindrom TikTok dengan sindrom Tourette.

Apa itu sindrom Tourette? Sindrom Tourette merupakan sebuah kondisi di mana seseorang dapat bergerak secara reflek dan tidak dapat dikendalikan. Sindrom ini diyakini menyerang sistem saraf otak. Secara umum, sindrom ini tidak hanya menyebabkan seseorang dapat bergerak secara tiba-tiba, namun juga dapat mengeluarkan suara, mengulang perkataan, bahkan mengumpat kepada orang lain.

Gejala sindrom Tourette diyakini mirip seperti apa yang terlihat di video parodi buatan Kesar. Namun, jika diteliti lebih rinci, sindrom TikTok dan sindrom Tourette merupakan dua hal yang berbeda.

Sindrom TikTok merupakan suatu hal yang tidak kasat mata. Sindrom TikTok merupakan sebuah istilah yang disematkan pada mereka yang kecanduan menggunakan TikTok. Di sisi lain, sindrom Tourette merupakan sebuah kelainan yang harus ditangani dengan serius. Hingga kini, penyebab sindrom Tourette masih tidak diketahui secara pasti.

Harus diakui bahwa Tiktok memberikan efek positif dimana orang-orang menjadi lebih kreatif dalam memproduksi konten. Selain itu, di masa pandemi seperti ini banyak video yang cukup menghibur.

Namun, adanya video viral Kaesar yang berisikan sindiran berbumbu komedi membuat kita menyadari bahwa Tiktok juga turut memberikan efek negatif. Kecanduan terhadap tiktok dapat dengan mudah menjangkiti orang-orang khususnya anak muda. Video tersebut secara tidak langsung mengnigatkan kita untuk selalu membatasi penggunaan media sosial.

Nah, bagaimana dengan kamu? sudahkah kamu membatasi penggunaan media sosialmu?

Referensi

[DISINFORMASI] Video Remaja Mengalami TikTok   Syndrome. (2020, Juni 27).   Retrieved from kominfo.go.id:   https://www.kominfo.go.id/content/detail/27439/disinformasi-video-remaja-mengalami-tiktok-syndrome/0/laporan_isu_hoaks

Garjito, D. (2020, Juni 27). CEK FAKTA: Videonya Viral,   Benarkah Pemuda Ini Terkena TikTok Syndrome? Retrieved from suara.com:   https://www.suara.com/news/2020/06/27/185437/cek-fakta-videonya-viral-benarkah-pemuda-ini-terkena-tiktok-syndrome

Joseph, N. (2020, Maret 23). Seputar Sindrom Tourette,   Kelainan yang Bikin Seseorang Tak Bisa Mengendalikan Gerak-geriknya.   Retrieved from hellosehat.com:   https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/penyebab-sindrom-tourette-adalah/

Setiawan, A. (2020, Juni 30). Video Remaja Ini   Terjangkit TikTok Syndrome, Faktanya. Retrieved from vivanews.com:   https://www.vivanews.com/viva-fakta/54404-video-remaja-ini-terjangkit-tiktok-syndrome-faktanya?medium=autonext

TikTok Bisa Bikin Kecanduan, Sebahaya Apa? (2020, Februari 29). Retrieved from viva.co.id: https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1202486-kenali-mds-diduga-jadi-penyebab-cece-mylisa-sanny-meninggal?medium=autonext

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read