Lifestyle

Ini yang Terjadi pada Tubuh dan Otak Jika Kamu Sering Begadang

Written by Arni Tsalitsa

Suatu hal akan terjadi pada fisik dan mental ketika kamu mengalami kurang tidur (begadang). Ini disebabkan karena kamu melawan dorongan alami tubuh untuk tidak tidur pada waktunya.

Kebanyakan orang pasti telah melewati jam tidur setidaknya sekali dalam hidup mereka, apakah itu hanya untuk menyelesaikan tugas kuliah, deadline kerja atau bahkan hanya untuk merayakan pesta yang berlangsung sampai pagi.

Pengalaman untuk mengambil jam begadang jelas tidak membuat kamu merasa baik di hari berikutnya. Dampak terpenting dari begadang terjadi pada kesehatan fisik dan mentalmu.

Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh dan pikiranmu ketika kamu memutuskan untuk tidak mengambil jam tidur semalam penuh?

Kamu Melawan Dorongan Alami Tubuh untuk Tidur

Melawan dorongan alami tubuh untuk tidak tidur biasanya dilakukan dengan memanfaatkan faktor-faktor yang membangunkan dan menghindari faktor-faktor permisif tidur.

Photo by Megan te Boekhorst on Unsplash

Faktor-faktor tersebut termasuk penggunaan kafein, berada di lingkungan yang lebih dingin, berada di ruangan yang cukup terang, dan lain sebagainya. Sementara faktor-faktor permisif tidur antara lain berada dalam kegelapan, suhu nyaman yang hangat , bersandar dan menutup mata.

Tubuh Kamu Melewatkan Periode Pemulihan

Ketika kamu melewatkan jam tidur semalaman, tubuh kamu telah melewatkan kesempatan yang sangat dibutuhkan untuk bersantai, mengisi ulang energi, dan memulihkan diri.

Pada malam hari, semua jenis proses restorasi terjadi untuk mengembalikan energi kamu di hari berikutnya.

Photo by Kalegin Michail on Unsplash

Sel dan jaringan diperbaiki, racun dikeluarkan dari otak, ingatan dan emosi ditangani serta disimpan , lalu kelelahan yang kamu timbun di siang hari akan berkurang.

Tidak tidur semalaman atau hanya tidur dalam jumlah terbatas berarti proses pemulihan ini tidak terjadi atau tidak dieksekusi sepenuhnya, itulah yang membuat kamu tidak segar di keeseokan harinya.

Performa kognitif akan menurun begitu juga dengan suasana hati.

Hormon Stres Melonjak

Ketika kamu tidak tidur, kamu sedang menjalankan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, sehingga tingkat stres meningkat. Ya, kurang tidur dapat menyebabkan stres dan kecemasan!

Photo by Francisco Moreno on Unsplash

Ini bisa menjadi lingkaran penganggu : stres dan kecemasan sering menyebabkan orang sulit tidur, kemudian kurang tidur dapat meningkatkan stres dan kecemasan.

Bahkan kejadian stres bisa menyebabkan orang-orang di sekitar kamu menghindar.

Fokus dan Ketepatan Menurun

Selama satu malam kurang tidur, struktur mikro di otak kamu dapat berubah karena racun yang menumpuk di otak pada siang hari tidak dicuci atau dibersihkan.

Kedua perubahan ini, yaitu struktur mikro dan tanpa pencucian otak, menyebabkan gangguan komunikasi di antara sel-sel otak kamu.

Photo by Dan Gold on Unsplash

Gangguan komunikasi antara sel-sel otak ini menghambat kemampuan kamu untuk memperhatikan atau bekerja pada tingkat yang optimal.

Inilah sebabnya mengapa orang-orang selalu berkata berbahaya untuk mengemudi atau mengoperasikan alat berat saat kurang tidur. Kamu lebih rentan terhadap cedera atau kecelakaan.

Saat kamu bangun tidur dari begadang malam, hari berikutnya kamu akan menjadi kurang produktif dan cenderung membuat kesalahan.

Stoicism: Cara Tepat Menghadapi 2020

  ·   3 min read